INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pernah dengar istilah Kasegaran dan Desa YouTube? Ya, cerita tersebut sempat menjadi viral pada tahun 2020 di antara para netizen. Sekarang, cerita itu sering digunakan sebagai contoh ketika sebuah desa menjadi sukses berkat perkembangan zaman dan internet. Lantas apa yang terjadi sehingga Desa Kasegaran disebut sebagai desa Youtube Indonesia?

Siboen, si YouTuber viral dari Desa Kasegaran

Perjuangan Siboen, sang mekanik dari Desa Kasegaran, cukup unik. Siboen, yang mempunyai nama asli Siswanto, adalah mekanik di Desa Kasegaran yang bersusah payah untuk bisa membuka tokonya. Hal ini karena Desa Kasegaran cukup terpencil dan sedikit sekali orang pergi kesana, dan hal ini membuat Siswanto kesusahan untuk mendapatkan masukan setiap harinya.

Melihat bagaimana ia tidak akan bertahan dengan membuka bengkel saja, Siswanto memutuskan untuk mencoba membuat channel YouTube. Hal ini ia lakukan karena ia terinspirasi dengan para YouTuber yang sukses berkat Channel YouTube mereka.

Awalnya, Siswanto berusaha membuat channel lawak dimana ia melakukan “dagelan” ala Kasegaran. Sayangnya, hal tersebut tidak membuahkan hasil. Dan pada akhirnya, ia berhenti membuat video baru untuk channel tersebut.
Suatu saat, ketika ia memperbaiki motor pelanggannya, Siswanto merasa frustasi karena ia tidak berhasil untuk melakukannya.

Lantas, ia berpaling ke video online untuk menemukan jawabannya. Meskipun ia berhasil mendapatkan jawabannya online, Siswanto tetap merasa frustasi karena ia kesusahan untuk mengerti penjelasan yang ada di internet. Padahal, ia adalah mekanik. Bayangkan, bagaimana orang awam bisa mengerti ketika ia, seorang mekanik, juga tidak mengerti?

Disini lah Siswanto mendapatkan ide channel Siboen. Jika tidak ada orang di YouTube yang bisa mengajarkan cara untuk memperbaiki motor dengan gampang, ia bisa membuatnya! Dan di sini lah lahirnya channel Siboen. Dengan modal yang ia dapatkan dengan menggadaikan handphonenya, Siswanto mulai perjalannya sebagai Siboen, si YouTuber mekanik. Meskipun membaut channelnya tidak gampang, sekarang ia sukses mempunyai 1.4 juta subscriber dengan view yang bisa mencabai 300,000 ribu untuk videonya.

Siboen dan Desa Kasegaran

Channel YouTube Siswanto memberikan ia penghasilan yang lebih dari sebelumnya. Pendapatannya yang mendadak banyak membuat warga desa curiga, bahkan mereka sampai mengira bahwa Siswanto menggunakan pesugihan. Untungnya, rumor ini ditepis ketika ia menjelaskan di rapat desa bahwa penghasilannya adalah hasil dari channel YouTubenya. Melihat kesuksesan Siswanto, warga desa mulai tertarik dengan konsep YouTube, dan Siswanto mengajari mereka untuk memulai karir mereka di YouTube.
Di sini lah Desa Kasegaran berubah.

Berkat bantuan Siswanto, banyak warga desa mempunyai channel YouTube sendiri yang memberikan mereka hasil yang cukup. Orang-orang didikan Siswanto mempunyai pendapat diantara 5-15 juta berkat channel YouTube mereka. Dan tentu saja, Siswanto tidak memandang status. Bahkan, ia membantu tukang cilok untuk membuat channel YouTube mereka sendiri!

Hal ini membuat Desa Kasegaran berubah total. Desa yang dulu dianggap sebagai desa miskin berhasil bersaing dengan 21 desa lainnya karena sekarang warga desa mempunyai penghasilan berkecukupan. Sekarang, Desa Kasegaran adalah desa yang berhasil dimana mereka memberikan fasilitas yang bisa mendorong warga mereka untuk menjadi YouTuber. Berkat Siswanto, Desa Kasegaran menjadi Desa Youtube Indonesia.

Kesimpulan

Dari cerita ini kita bisa melihat bahwa kita bisa menggunakan handphone kita lebih sebagai sumber entertainment. Kita bisa melakukan lebih dari melihat Omegle, Tinder, OKCupid, Facebook, Ometv dan lain-lain. Dengan handphone kita dan sedikit training, kita bisa mendapatkan penghasilan ekstra, dan bahkan membantu orang-orang sekitar kita.