INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam rangkaian memperingati Hari Kartini tahun 2022, para perempuan dari Rumah Maharani yang dibangun Yayasan Maharani Kirana Pertiwi (MKP) mengadakan acara berbagi sembako mindset untuk para perempuan marginal di beberapa lokasi. 

Advertisement
Kegiatan ini diadakan sepanjang bulan April di lokasi Gerobak Baca Maharani (GBM) yang ada di Citayam Depok, kampung nelayan Cilincing Jakarta Utara, desa Tangguntiti, Tabanan Bali serta di desa Tuktuk dan desa Tomok, Sumatra Utara.
Dalam momentum Hari Kartini tahun 2022, para relawan Maharani mengumpulkan para ibu di sekitar lokasi GBM  untuk berbagi semangat dan inspirasi. Terutama di momen usai pandemi. 
“Kami ingin para perempuan Indonesia kembali bercahaya, seperti judul buku yang ditulis Ibu Kita Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang, usai masa penuh tantangan pandemi Covid 19, dan kami wujudkan melalui membagikan sembako mindset,” ungkap Putu Anggreni, Chairman Rumah Maharani di Lounge Langkah Kemenangan, Rabu (20/4/2022).  
Kegiatan berbagi sembako mindset yang diberi tema  “Bercahayalah Perempuan Indonesia” diadakan di Depok, Tanjung Priok, Sumatra Utara dan Bali.
Menurut Esra Manurung yang merupakan salah satu tokoh perempuan inspirational Indonesia, para perempuan yang tergabung di MKP  melakukan kegiatan ini sebagai bentuk memberi kembali. 
“Para volunter di MKP sudah banyak menerima kebaikan di bumi pertiwi. Mereka sebagian besar adalah pebisnis dan juga pekerja. Prestasi, pendidikan, kehidupan yang baik sudah mereka kecap selama dibesarkan di Indonesia. Menjadi perempuan dewasa artinya mensyukuri yang ada dan ingat memberi kembali. Itu panggilan para volunter kami,” ujarnya. 
Kegiatan berbagi sembako mindset ini diadakan secara berkala, tidak hanya saat momen Hari Kartini. Namun, kali ini diadakan secara bersamaan di beberapa lokasi untuk mengenang peran salah satu pejuang perempuan Indonesia dalam mengentaskan kesetaraan bagi perempuan untuk mendapatkan akses pendidikan dan kesempatan dalam berkontribusi di berbagai bidang.    
Usai pandemi saat ini  adalah masa paling lelah bagi mayoritas perempuan, setelah selama dua tahun banyak terkurung di rumah, mengerjakan banyak hal dalam ruang yang terbatas. 
Di tengah himpitan beban ekonomi, karena banyak kepala keluarga  yang tidak bisa berusaha dan kehilangan pekerjaan  akibat situasi wabah pandemi. Kelelahan mental menjadi tantangan yang sedang dihadapi banyak keluarga saat ini. Perempuanlah yang kerap dipanggil untuk menjadi  pembawa ketentraman di keluarga. 
“Lalu siapa yang peduli gejolak dalam diri perempuan? Kami perduli dan itu sebabnya Hari Kartini 2022 menjadi  momentum kami mengajak perempuan untuk menguatkan perempuan. Stop hidup dalam halusinasi karena bombadir media. Ayo kita berbagi cahaya dari dalam pikiran batin kita Mari pancarkan cahayamu perempuan Indonesia, dan jadikan Kartini 2022 momentum kebangkitan kita, karena habis gelap terbitlah terang,” ungkap Esra. 
Salah satu cara bagi para perempuan yang mengalami kelelahan secara mental dan depresi akibat tekanan finansial, menurut Esra, dengan menjadi pemberi. Kami ingin menggalang perempuan berbagi. 
Komunitas berbagi ini bahkan berasal dari komunitas yang ada di margin bawah. Karena meskipun kelihatannya secara fisik mereka ada di kelompok masyarakat terbawah, tidak ada seorangpun  yang tidak punya apa-apa. Karena berbagi tidak selalu dalam bentuk benda, tetapi pemberian dalam bentuk aset non benda tidak kalah berharga.  Kami ingin membangun perempuan Indonesia kaya.
 “Mimpi kami, membuat kegiatan motivasi khusus perempuan berskala nasional dimulai dari daerah-daerah. Dengan memberikan kesadaran akan pentingnya 7 pilar utama dalam kehidupan yang perlu dibangun tiap hari, yaitu Aku Sehat, Aku Kaya, Aku Cerdas, Aku Berkarya, Aku Bahagia, Aku Berbagi dan Aku Berdoa,” ujar Esra yang masa kecilnya berada di tengah kehidupan masyarakat marginal.
Ke depan, MKP punya harapan, agar anak-anak di  daerah dan lokasi yang belum beruntung berani bermimpi besar menjadi pemimpin bangsa yang berwawasan dunia dengan tetap menjaga budaya kekayaan bangsa. Perempuan Indonesia semakin maju wawasannya untuk membangun pendidikan rumah. 
Perempuan Indonesia pintar mengembangkan dirinya menjadi versi lebih baik dari masa ke masa. Esra akan berbagi kisah hidupnya dari seorang anak miskin yang ditinggalkan kedua orang tuanya di masa remaja, mengasuh lima orang adik dan mencari nafkah buat menyambung hidup di usia belia, mengejar impian menjadi pekerja yang tidak membawanya ke posisi kaya, dan akhirnya menjadi seorang profesional sekaligus entrepreneur yang sudah menjelajahi lebih dari 50 negara di dunia. Kisah hidup Esra Manurung yang menginspirasi ini akan diangkat ke layar lebar dan direncanakan tayang di akhir 2022.