INDUSTRY.co.id - Bali, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri sekaligus meluncurkan produk elektronik laptop Chromebook 4G LTE besutan putra putri bangsa di Bali beberapa waktu lalu.

Advertisement

Produk laptop tersebut digadang-gadang sebagai yang pertama di Indonesia dengan capaian TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) diatas 40 persen.

“Kita melihat acara peluncuran produk Chromebook berbasis 4G LTE pertama di Indonesia, ini produk yang spesial karena nilai TKDN-nya sudah diatas 46%," kata Menperin Agus dalam keterangannya yang diterima redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (29/3/2022).

Advertisement

Dikatakan Menperin, dalam konteks pengembangan industri eletronika di tanah air, kunci utama dalam pembentukan ekosistem tersebut adalah dengan menciptakan permintaan (demand) yang tinggi di dalam negeri. 

Untuk itu, Ia bertekad akan terus mengakselerasi program substitusi impor 35% pada tahun 2022. 

Advertisement

Dimana salah satu sektor industri yang akan terus dipacu adalah industri elektronika, termasuk upaya pengoptimalan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada produk laptop.

“Untuk mencapai program substitusi impor 35% tersebut, kunci utamanya antara lain membentuk demand yang tinggi. Jadi kalau Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia itu judul utamanya, kalau bagi Kementerian Perindutrian itu tidak cukup. Kalau bagi Kami gerakannya adalah Gerakan Nasional Beli Buatan Indonesia," tandasnya.

Advertisement

"Jangan lupa ada satu misi yang penting juga, yaitu kita melibatkan juga Industri Kecil & Menengah (IKM)," sambung Menperin.

Sebagai informasi, Melansir data Kemenperin, permintaan dalam negeri untuk produk laptop di Indonesia mencapai tiga juta unit per tahun. 

Besaran permintaan ini-pun diprediksi bakal terus bertambah seiring berkembang pesatnya digitalisasi di tanah air.

Sementara dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus agar bisa bersaing dari gempuran produk impor, Menperin juga mengemukakan tekadnya untuk membangun kolaborasi dengan beberapa stakeholder guna mensukseskan sebuah pengembangan ekosistem industri elektronik yang dinamakan Indonesia Manufacturing Center Elektronika dan Telematika (IMC-ET).

Saat ini menurut Menperin sudah ada beberapa perusahaan yang bergabung, diantaranya PT. Tata Sarana Mandiri (TSM), Qualcomm, Google, PT. Sat Nusapersada dan PT. Libera Technologies Indonesia.

"Saya berharap, IMC-ET yang dibangun ini bisa dapat terus berkolaborasi dengan stakeholders lainnya dalam rangka mengembangkan ekosistem produk elektronik laptop dalam negeri," imbuhnya.

Selain itu, menurut Menperin hal terkait yang juga perlu dipacu adalah menciptakan Original Design Manufacturer (ODM) laptop dalam negeri. 

“Dengan munculnya ODM-ODM dalam negeri akan tercipta kemandirian di industri laptop dalam negeri,” jelas Menperin.

Di samping itu, Menperin juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya agar Indonesia mampu memproduksi semikonduktor untuk memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri. 

Pasalnya, semikonduktor banyak digunakan dalam sektor elektronika dan otomotif.

“Kami mengajak para pelaku usaha untuk duduk bareng membuat roadmap dalam upaya memproduksi semikonduktor untuk kemandirian industri di dalam negeri,” paparnya.