INDUSTRY.co.id-Jakarta-Artis Cantik Yuki Kato tidak ingin terjebak ke pinjaman online (Pinjol) ilegal karena bisa menyebabkan kerugian pada si peminjam.
"Saya gak mau yang ilegal, lebih baik yang legal," katanya di Jakarta, Senin (21/3/2022).
Oleh karenanya ia mendukung penuh edukasi ke masyarakat agar tidak terjebak Pinjol ilegal. Ia digandeng AdaKami bersama financial planner, Ligwina Hananto untuk turut berkolaborasi dan membantu menyampaikan proses edukasi pengelolaan keuangan secara lebih luas lagi ke masyarakat.
Yuki menyambut positif kolaborasi ini. Dia berharap, dapat membantu masyarakat untuk lebih memahami arti pentingnya literasi finansial itu sendiri.
"Sebagai public figure yang juga tak bisa lepas dari dunia fintech, aku cukup yakin bahwa masih banyak orang di sekitarku yang masih menggunakan produk fintech itu sendiri, salah satunya fintech lending. Sehingga, aku pingin banget ikut mendukung edukasi kepada mereka,” tutur Yuki Kato.
Perusahaan fintech peer-to-peer lending (P2P), AdaKami berkomitmen untuk terus mendorong laju perekonomian masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, AdaKami juga terus melanjutkan program yang telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya melalui kolaborasi dengan banyak pihak.
Business Development Manager AdaKami, Jonathan Krissantosa mengatakan, pihaknya juga menghadirkan inovasi teknologi yang mendorong kemudahan akses layanan keuangan sehingga tercapainya ekosistem finansial yang inklusif. Pertumbuhan ekonomi terutama pada sektor finansial teknologi tahun lalu, rupanya belum berbanding lurus dengan jumlah pertumbuhan literasi masyarakat.
Upaya peningkatan literasi, sudah tentu menjadi tanggung jawab bersama dan memerlukan dukungan berbagai pihak. Sehingga, dia menegaskan, AdaKami kembali komitmennya, untuk terus berupaya meningkatkan tingkat literasi keuangan di Indonesia.
“Sebagai bentuk konsistensi dan melanjutkan literasi keuangan kepada masyarakat yang telah kita lakukan sejak waktu lalu, AdaKami terus berinisiasi untuk melakukan edukasi dan mendukung keuangan masyarakat yang sehat serta inklusif," kata Jonathan dalam acara press conference bertema 'AdaKami x Yuki Kato: Bijak dalam Memahami, Mengelola dan Bertanggung Jawab Urusan Finansial'.
"Minimal 10 persen harus untuk ditabung atau investasi," kata Ligwina Hananto.
Selanjutnya, untuk anggaran bersenang-senang, seperti jalan-jalan, nongkrong, nonton dan lainnya, maksimal hanya 20 persen.
"Untuk cicilan (bayar utang) maksimal 30 persen dan untuk kebutuhan hidup 40 - 50 persen," katanya.