INDUSTRY.co.id- Jakarta - Muhammad Arif Pahlevi Pangerang resmi terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti (Ikafeb Usakti) periode 2022-2026.

Advertisement

Dia terpilih melalui musyarawah besar (mubes) yang dilaksanakan pada Sabtu (19/3/2022).

Di bawah kepemimpinannya, pria yang biasa dipanggil Levi ini mengaku akan membentuk koperasi untuk mendongkrak ekonomi anggota Ikafeb Usakti yang jumlahnya sekitar 40 ribu orang. Karena dia yakin, koperasi adalah kendaraan yang pas untuk mengakomodir seluruh anggota Ikafeb Usakti.

Advertisement

"Kendaraan ekonomi yang pas untuk bisa mengakomodir jumlah anggota yang besar adalah koperasi," kata Levi.

Alumni jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) angkatan 1986 ini menjelaskan, terdapat empat jenis koperasi. Menurutnya, Ikafeb Usakti akan cocok menjalankan jenis koperasi konsumen. Jika dilihat nomenklaturnya, koperasi konsumen lebih lengkap dan fleksibilitas usahanya lebih luas.

Advertisement

Kata dia, orang sering salah kaprah dengan koperasi. Menurutnya, koperasi bukanlah sebuah entitas sosial, melainkan entitas usaha. Maka, tujuan mendirikan koperasi adalah untuk mencari untung. Meski demikian, perbedaan koperasi dan perusahaan ada pada pembagian keuntungan. Kalau di dalam perusahaan, yang untung hanya pemilik saham atau pemilik modalnya saja. Tetapi kalau di koperasi, seluruh anggota bisa menikmati buah keuntungan yang dikerjakan sama-sama sebelumnya.

"Saya tertantang untuk mewujudkan bahwa koperasi ini bisa menjadi besar. Tinggal bagaimana kita memberikan penjelasan dan mencarikan usaha-usaha yang pas," kata dia.

Advertisement

Sebagai salah satu contoh, nantinya kebutuhan pokok anggota Ikafeb Usakti yang mencapai 40 ribu itu bisa dipenuhi dari koperasi alumni. Berarti, perputaran uangnya sudah jelas. Apabila anggota membeli kebutuhan bahan pokok di koperasi, maka untungnya akan kembali kepada seluruh anggota.

Adapun, sebagian besar alumni Universitas Trisakti adalah pengusaha atau wiraswasta (usaha mikro, kecil, dan menengah/UMKM) yang memiliki usaha di bidang kuliner. Hal ini, kata Levi, harus diakomodasi. Untuk mendukung anggota yang memiliki usaha di bidang kuliner, organisasi akan menyiapkan platform besar dan marketplace.

Tujuannya, agar produk-produk yang dihasilkan alumni, bisa difasilitasi dan diasarkan melalui platform yang dibuat tersebut. "Jadi kita atau panitia, berusaha untuk bisa menjawab persoalan mereka (anggota Ikafeb Usakti). Persoalan dalam usaha itu kan tidak lepas dari masalah permodalan, pemasaran dan manajemen. Itu semua akan kita fasilitasi dengan memberikan program-program pelatihan," paparnya.