INDUSTRY co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita baru-baru ini melalui jejaring akun media sosial resmi milik @Kemenperin_RI memberikan penjelasan terkait persoalan minyak goreng yang dalam beberapa waktu belakangan ini mengalami kelangkaan serta juga lonjakan harga.

Menperin Agus dalam video berdurasi 0,51 detik tersebut mengemukakan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan komoditi minyak goreng dipasaran.

Tak hanya itu, Menperin juga menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah terus menjaga stabilitas alur distribusi agar masyarakat dan para pelaku usaha kecil dan mikro mudah memperoleh minyak goreng.

"Pemerintah terus berupaya memastikan kelancaran pasokan minyak goreng untuk masyarakat dan usaha kecil mikro," kata Menperin Agus seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Jumat (18/3/2022).

Ditegaskan Menperin Agus, saat ini minyak goreng murah bersubsidi dalam bentuk curah juga telah tersedia untuk konsumen di pasar-pasar tradisional.

"Ini adalah bentuk dari upaya pemerintah dalam menjaga akses masyarakat terhadap minyak goreng sekaligus menjaga ekonomi dibawah terus bergerak melalui usaha kecil dan mikro," sambungnya.

Selain itu, Menperin Agus menambahkan bahwa  pemerintah juga telah memastikan ketersediaan minyak goreng premium dalam bentuk kemasan.

"Masyarakat juga dapat membeli minyak goreng premium dalam bentuk kemasan baik di pasar modern maupun dipasar tradisional," tandasnya.

Berikut adalah transkrip penjelasan Menteri Perindusterian Agus Gumiwang Kartasasmita mengenai komoditi minyak goreng:

"Pemerintah terus berupaya memastikan kelancaran pasokan minyak goreng untuk masyarakat dan usaha kecil mikro.

Saat ini minyak goreng murah bersubsidi dalam bentuk curah telah tersedia untuk konsumen di pasar-pasar tradisional.

Ini adalah bentuk dari upaya pemerintah dalam menjaga akses masyarakat terhadap minyak goreng sekaligus menjaga ekonomi dibawah terus bergerak melalui usaha kecil dan mikro.

Masyarakat juga dapat membeli minyak goreng premium dalam kemasan baik dipasar modern maupun dipasar tradisional."