INDUSTRY co.id - Jakarta, Pada rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu, Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan berbagai capaian dari sejumlah program-program andalan yang telah dilaksanakan pada tahun 2021 lalu terkait upaya meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.
Salah satunya ialah melalui program insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).
Menurut Menperin Agus, insentif pajak produk otomotif tersebut sedari awal bertujuan untuk terus menghidupkan sektor industri otomotif ditengah tekanan akibat pandemi covid-19.
"Insentif ini terbukti mampu menopang pertumbuhan dan peningkatan produksi kendaraan dan berdampak pada IKM yang menjadi produsen komponen bagi produsen mobil," sebut Menperin Agus dalam paparannya di Komisi VII DPR seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Sabtu (5/2/2022).
Dikatakannya lebih lanjut, program ini juga mampu meningkatkan permintaan input di sektor industri (backward linkage) sebesar Rp36 Triliun.
"Yaitu Rp29 triliun di sektor industri dan Rp6 Triliun di sektor non-industri," ujarnya.
Tak hanya itu, menurut Menperin hasil lain dari insentif pajak tersebut ialah terdapat peningkatan output sektor otomotif (forward linkage) sebesar Rp43 Triliun.
Dimana Rp33 Triliun terdapat di sektor industri dan sisanya sebesar Rp10 Triliun disektor non-industri.
Disamping itu, lanjut Menperin, program PPnBM DTP juga berdampak besar pada aspek ketenagakerjaan.
"Dampak positifnya terhadap penciptaan kesempatan kerja baru sebanyak 175.674 orang,” tegasnya.
"Pemberian diskon pajak tersebut juga berpotensi meningkatkan pendapatan lainnya sebesar Rp 42,6 triliun. Jumlah tersebut berasal dari Bea Balik Nama (BBN), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), PPN, dan PPh," pungkas Menperin.
Perlu diketahui, dengan kebijakan bebas pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) tersebut, penjualan mobil pada 2021 lalu tercatat mengalami peningkatan yang signifikan yakni mencapai 863,3 ribu unit dengan nilai ditaksir mencapai Rp.97,45 triliun.
Hasil ini sejatinya naik jauh dibanding penjualan mobil pada tahun 2020 yang hanya sebesar 578,3 ribu unit.
Sementara itu, dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pemerintah melalui Kementerian Keuangan baru-baru ini juga telah memutuskan akan melanjutkan program pemberian insentif pajak untuk sektor otomotif tersebut.
Keputusan perpanjangan PPnBM DTP tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.
"PMK otomotif dan perumahan kedua-keduanya sudah saya paraf sekarang, pengundangan mendapatkan nomor dari Kemenkumham. Kalau hari ini selesai langsung diumumkan hari ini," kata Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK, di Jakarta, pada Rabu kemarin (2/2/2022).