INDUSTRY.co.id - Tasikmalaya - Presiden Joko Widodo membagikan 2.553 sertifikat lahan dan tanah kepada masyarakat Jawa Barat di Tasikmalaya sebagai bagian dari program reforma agraria dalam pemerintahannya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir di Balai Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (9/6/217)  di tengah ribuan masyarakat yang telah menantinya sejak pagi.

Pada kesempatan kunjungan kerjanya ke Jawa Barat itu, Presiden membagikan ribuan sertifikat tanah dan lahan kepada masyarakat di Tasikmalaya sekaligus mengedukasi pentingnya kepemilikan sertifikat atas lahan.

"Jadi yang namanya sertifikat ini adalah tanda bukti hak hukum lahan tanah yang Bapak Ibu miliki, banyak terjadi di daerah-daerah sengketa tanah antara individu dengan individu, orang dengan orang, orang dengan perusahaan, orang dengan pemerintah tapi masyarakat kadang salah dalam hal sengketa karena tidak memiliki sertifikat," kata Presiden.

Oleh sebab itu, menurut Presiden, pemerintah mendorong agar secepatnya-cepatnya lahan yang belum memiliki sertifikat diberikan sertifikatnya.

Ia menambahkan, di seluruh Indonesia ada 126 juta bidang tanah yang seharusnya disertifikasi, tapi baru bisa diberikan 46 juta.

"Oleh sebab itu saya perintahkan kepada menteri agar tahun ini minimal 5 juta diberikan kepada rakyat, tahun depan 7 juta, tahun depan 9 juta supaya masalah sengketa tadi bisa rampung," ujarnya.

Sementara di Jawa Barat sendiri tercatat ada 19 juta bidang yang harus disertifikatkan, namun yang baru mendapatkan sertifikat baru 6 juta sehingga masih 13 juta bidang yang harus segera diselesaikan.

Presiden pun menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat penerima program tersebut dan menanyakan perasaan mereka.

"Bapak ibu senang nggak pegang ini," tanya Presiden yang dijawab serentak dengan kata senang oleh masyarakat yang hadir.

Ia juga menceritakan kisahnya ketika memiliki sebidang tanah, tapi baru memiliki sertifikatnya setelah 12 tahun kemudian.

"Waktu saya pegang dapat sertifikat betul-betul hati saya seneng, tenteram, karena ini hak hukum yang sudah saya pegang. Ada orang yang ah itu punya saya, wah enggak bisa itu punya saya, itu tandanya namanya jelas alamatnya jelas, meter perseginya jelas," tuturnya.

Manfaatkan dengan baik Presiden pun selanjutnya menitipkan pesan kepada masyarakat agar menyimpan sertifikat yang baru diterimanya itu dengan baik sehingga tidak rusak dan disimpan di tempat yang baik.

Ia juga berpesan agar dokumen penting itu di-"copy" karena akan mempermudah pengurusannya jika hilang.

"Dipakai agunan jaminan ke bank boleh-boleh saja. Tapi hati hati kalau akan pinjam uang ke bank saya titip dihitung yang betul, dikalkulasi yang benar karena waktu nerima itu enak ya kan? Yang sulit mengembalikan, mengangsur, mencicil itu sulit," ucapnya.

Ia ingin agar masyarakat penuh perhitungan dan menggunakan uang pinjaman untuk keperluan produktif bukan konsumtif.

Presiden sekaligus berpesan tentang keberagaman dan anugerah persatuan bagi bangsa Indonesia yang diharapkan retak karena proses pilkada ataupun pilpres.

"Kita ini saudara, kalau pilpres, pilgub, pilbup, pilihan walikota itu kan hanya 5 tahun sekali, waktu ada gububer pilih, presiden pilih, bupati pilih setelah itu kita kumpul sebagai saudara. Jangan sampai dengan tetangga gesekan gara-gara pilihan bupati, gubernur, pilpres, ndak! Kita ini saudara harus semua rangkulan negara besar," katanya.