INDUSTRY co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita terus berupaya agar Indonesia dapat mengekspor mobil ke Australia mulai kuartal I tahun ini.
"Insya allah sebentar lagi, kita upayakan kuartal I," kata Menperin Agus melali pesan singkatnya di Jakarta, Selasa (25/1).
Meski demikian, Menperin belum bisa menyebutkan merek apa yang nantinya akan di ekspor ke pasar negeri Kanguru tersebut.
"Saya belum bisa sebut (merk)," terangnya.
Lebih lanjut, Menperin Agus mengungkapkan bahwa membuka pasar Australia itu bukan perkara mudah.
"Membuka pasar Australia tidak mudah, khususnya izin dari prinsipal. Ini sejarah," kata Menperin.
Salah satu yang menjadi tantangan untuk mengekspor otomotif ke Australia adalah standar karbon yang ditetapkan Negeri Kanguru itu.
"Australia memiliki standar tinggi, termasuk karbon sangat ketat," tutur Agus.
Diketahui, sejak berlakunya kemitraan komprehensif Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia berpotensi meningkatkan produk ekspornya.
Hal itu karena seluruh produk ekspor RI yang masuk ke Australia akan menikmati tarif 0 persen.
Produk ekspor Indonesia yang berpotensi meningkat ekspornya antara lain adalah otomotif, kayu dan turunannya termasuk kayu dan furnitur, perikanan, tekstil dan produk tekstil, sepatu, alat komunikasi dan peralatan elektronik.
Produk otomotif menjadi salah satu yang digenjot, mengingat produsen otomotif negara tersebut tumbang.