INDUSTRY.co.id - Jakarta- Tokoh pegiat hak azasi hanusia (HAM) yang juga mantan pelapor khusus untuk PBB mengenai situasi HAM Korea, Marzuki Darusman menuturkan Indonesia harus merangkul semua pihak dalam mendorong penyelesaian masalah Palestina terkait pendudukan Israel atas sebagian wilayah negara itu.
"Jikalau kita mau memainkan peranan aktif kita harus bisa berhubungan dengan semua pihak di sana termasuk Israel," tutur Marzuki, Jakarta, Rabu (7/6/2017)
Dia menuturkan Indonesia harus kembali menegaskan posisi pemerintah dalam memperjuangkan kebebasan Palestina.
"Konflik Palestina dan Israel ini merupakan suatu kasus yang sangat dimungkinkan dibukanya suatu lembaran penyelesaian baru," tuturnya kepada awak media.
Dia mengatakan Indonesia perlu mendapat pengakuan untuk berperan aktif dari kedua belah pihak, Israel dan Palestina dalam menangani konflik kedua negara.
"Bagaimana Indonesia bisa memainkan peranan internasional yang lebih luas? Peranan internasional masih seolah olah tersandera oleh tidak jelasnya bagaimana posisi kita terhadap Israel," ujarnya.
Dia mengatakan dunia internasional harus merumuskan satu langkah yang lebih konkrit ke depan.
"Perlu ada suatu interaksi yang lebih intesif dengan pemerintah kita," tuturnya.
Akses kesehatan Sementara itu, mantan pelapor khusus PBB untuk situasi HAM kawasan Palestina, Makarim Wibisono menyoroti pelanggaran HAM di Palestina akibat berkonflik dengan Israel termasuk kurang terpenuhinya hak atas akses kesehatan.
Dia menuturkan jika suatu pemerintah negara menghadapi kesulitan dan tidak mampu melindungi masyarakatnya maka masyarakat internasional dapat membantu negara yang tidak punya kapasitas itu untuk dapat berbuat sesuatu.
Makarim mengatakan setiap konflik bisa terselesaikan secara damai jika ada pihak yang mengambil sesuatu atau memberi sesuatu.
"Kompromi itu bagaimana semua pihak berpijak pada platform sama-sama menguntungkan, "acceptable to all" (diterima semua pihak)," ujarnya.