INDUSTRY.co.id - Jakarta - Nodeflux, perusahaan teknologi pertama di Indonesia di bidang Vision Artificial Intelligence (AI) memperkenalkan VisionAIre dan IdentifAI untuk membantu memecahkan berbagai permasalahan yang saat ini terjadi dan, bahkan, untuk masa depan.
“Nodeflux akan berusaha terus menjadi perusahaan yang mendorong manfaat dari teknologi kecerdasan buatan khususnya Face Biometrik,” ujar Chief Business Officer Nodeflux, Ivan Tigana dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Rabu (5/1/2022).
"Untuk itu, Nodeflux akan mengembangkan hubungan dengan semua institusi nasional, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), OJK, dan Asosiasi Industri yang berkaitan," imbuhnya.
Menurut Ivan, kehadiran Nodeflux bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan peningkatan inklusivitas ekonomi, dengan menyediakan layanan modern dan terkini yang memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dalam acara Nodeflux Accelerate 2021 secara online yang berlangsung pada Selasa, 14 Desember 2021 lalu, Ivan menyoroti teknologi AI dengan bisnis fintech dan perbankan.
Ivan mengungkapkan bahwa pada era ‘Next Normal’ di Pandemi Covid-19, proses penyedia jasa keuangan seperti fintech dan perbankan, memerlukan pemberdayaan teknologi Face Biometrik sebagai kebutuhan untuk mengamankan sistem Electronic Know Your Customer (eKYC) dengan cara yang efisien namun aman.
“Pelanggan di dunia perbankan cenderung mencari cara yang sangat mudah untuk menyimpan atau menangani transaksi uang. Teknologi biometrik dapat menjadi penyelamat bagi mereka yang mencari sistem yang dapat diandalkan dan hanya dapat diakses oleh mereka,” ungkap Ivan.
Menurutnya, teknologi biometrik tidak hanya memperkuat infrastruktur perbankan tetapi juga membantu melindungi profil perbankan individu, sehingga menghindari pencurian identitas dan penipuan. Kemudian kolaborasi ekosistem teknologi seperti yang turut ikut serta dalam acara ini Qiscus, Hypernet, dan Telkom Metranet, sangat dibutuhkan dalam menciptakan end to end solution untuk proses eKYC yang memudahkan pelanggan.
“Jika eKYC bisa dioptimalkan dengan robustness yang maksimal, tentu akan bisa menjadi catalyst yang dapat meningkatkan financial inclusion,” ungkap Senior VP Digital Banking Development and Operation BRI Muhammad Ghifary dalam acara Nodeflux Accelerate 2021 seri pertama (dari tiga seri) tersebut.
“Semakin banyak layanan financial yang bisa kita tawarkan bagi para calon nasabah dengan coverage eKYC yang jauh lebih luas, jadi list efektivitas dan user experience meningkat dengan speed yang lebih tinggi dengan tanpa teknologi,” tambah Ghifary.
Mendukung pernyataan Ivan, dari sisi pemerintahan, Direktur Fasilitas Pemanfaatan Data dan Dokumen - Ditjen Dukcapil, Drs Akhmad Sudirman Tavipiyono mengatakan bahwa penerapan teknologi AI pun membantu mereka dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat.
“Teknologi seperti digital signature dan face biomterik memungkinkan paperless. Sudah 26 lembaga yang telah menggunakan face recognition untuk pelayanan publik, lalu ada digital signature dan lembaga nasional lainnya,” pungkas Tavip.