Prospek Industri Membaik, BLES Yakin Permintaan Bata Ringan Terus Bertumbuh
INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) menilai pemulihan industri bahan bangunan mulai terlihat pada 2026, didorong meningkatnya aktivitas pembangunan di sektor properti, kawasan industri, hingga infrastruktur. Kondisi tersebut diyakini akan menjadi katalis bagi pertumbuhan permintaan bata ringan di pasar domestik.
Sebagai produsen bata ringan terbesar di Indonesia, BLES menilai posisinya semakin kuat untuk menangkap peluang tersebut. Perseroan saat ini memiliki kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun yang ditopang enam fasilitas produksi di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara. Jaringan produksi tersebut dinilai mampu memperluas distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Optimisme itu sejalan dengan capaian kinerja pada kuartal I-2026. BLES membukukan pendapatan sekitar Rp334 miliar atau tumbuh 6,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih melonjak lebih dari 40 kali lipat secara tahunan menjadi Rp46,88 miliar, ditopang peningkatan penjualan bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) ke sektor properti, kawasan industri, dan proyek infrastruktur.
Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Andrew, mengatakan tren pembangunan yang terus berlanjut memberikan ruang bagi pertumbuhan industri bahan bangunan, terutama produk bata ringan yang semakin banyak digunakan karena efisiensi dan kualitasnya.
"Kami melihat prospek industri bahan bangunan semakin positif seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor. Dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia dan jaringan pabrik yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, BLES memiliki posisi yang kuat untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar sekaligus terus meningkatkan efisiensi operasional. Kinerja pada kuartal pertama menjadi awal yang baik, dan kami optimistis momentum pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026," kata Andrew.
Untuk menjaga momentum tersebut, perseroan terus meningkatkan produktivitas pabrik, memperkuat integrasi rantai pasok, dan memperluas jaringan distribusi. Strategi itu diarahkan untuk menjaga efisiensi biaya sekaligus mempertahankan profitabilitas di tengah meningkatnya kebutuhan material konstruksi.
Di sisi lain, BLES juga menunjukkan komitmennya kepada pemegang saham melalui pembagian dividen tunai sebesar Rp16,80 miliar atau setara 20% dari laba bersih tahun buku 2025. Dividen tersebut dijadwalkan dibayarkan pada 7 Juli 2026, mencerminkan kondisi fundamental keuangan perseroan yang tetap sehat.
Dengan prospek industri yang semakin kondusif, kapasitas produksi terbesar di dalam negeri, dan strategi efisiensi yang terus dijalankan, BLES optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan usaha dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar bata ringan nasional sepanjang 2026.