Gas Industri Naik hingga US$23, Dasco Telepon Dirut Pertamina: Ancaman PHK 55 Ribu Buruh Keramik Mengintai
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad langsung menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri usai menerima laporan terkait potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal buruh industri keramik di Bekasi, Jawa Barat.
Kenaikan harga gas industri disebut menjadi penyebab utama yang menekan operasional perusahaan.
Momen tersebut terjadi saat Dasco menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta, Selasa. Sebelum menyampaikan sambutannya, Dasco melakukan panggilan langsung kepada Dirut Pertamina di hadapan peserta rakernas.
Dalam percakapan yang disampaikan melalui pengeras suara, Dasco menyampaikan bahwa persoalan harga gas industri telah menjadi sorotan dan mengganggu sejumlah sektor industri.
"Halo Pak Dirut Pertamina, ini saya lagi di Raker KSPI. Saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Tadi saya sudah menyiapkan pidato, tetapi buyar semua gara-gara persoalan gas," ujar Dasco.
Menanggapi hal itu, Simon Aloysius Mantiri menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk guna mencari solusi atas persoalan tersebut.
"Siap Pak Dasco, kami akan segera berkoordinasi dengan PGN dan tentu kami berkomitmen melakukan penyesuaian agar persoalan ini bisa diselesaikan," kata Simon.
Dasco juga mengungkapkan adanya potensi dampak serius terhadap sektor ketenagakerjaan. Menurut informasi yang diterimanya, ancaman PHK dapat mencapai sekitar 55.000 pekerja di sejumlah pabrik keramik di Bekasi apabila persoalan gas industri tidak segera ditangani.
"Kita akan cari jalan keluar karena ini menyangkut banyak pekerja dan keberlangsungan industri," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut harga gas industri mengalami lonjakan signifikan.
Menurutnya, harga yang sebelumnya berada di kisaran US$6 kini meningkat menjadi sekitar US$23 per million metric british thermal units (MMBTU).
Menurut Andi, kondisi tersebut mulai berdampak langsung terhadap industri keramik nasional.
"Dua pabrik anggota saya yang terbesar di Bekasi tutup. Ada Granito, kemudian Milan Keramik dan Mulia Keramik juga terancam karena persoalan gas industri. Ini sangat berbahaya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa KSPSI telah berkoordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait persoalan tersebut. Pihaknya berharap solusi dapat segera ditemukan dalam beberapa hari ke depan.
"Kita negara penghasil energi besar, tetapi sangat disayangkan jika kebutuhan gas dalam negeri justru mengalami kendala sementara ada ekspor. Mudah-mudahan persoalan ini cepat selesai," katanya.