Suryacipta Bangun Gedung Pintar di Subang, Investor Asing Bakal Dimanjakan

Oleh : Ridwan | Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.idKarawang - PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), resmi memulai pembangunan Smartpolitan Building di kawasan industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Gedung pintar ini disiapkan sebagai pusat ekosistem bisnis terpadu yang akan mendukung operasional tenant sekaligus menarik lebih banyak investor, termasuk investor asing.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas industri dan ekspansi para tenant yang semakin membutuhkan infrastruktur modern, efisien, serta selaras dengan prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).

Tak hanya menjadi kantor pusat baru, Smartpolitan Building juga akan berfungsi sebagai pusat kendali operasional kawasan industri yang terintegrasi dengan teknologi digital.

President Director Suryacipta, Johannes Suriadjaja, mengatakan pembangunan gedung tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan ekosistem industri berstandar global di Indonesia.

"Gedung ini dipersiapkan bukan sekadar sebagai headquarter, melainkan sebagai pusat kendali operasional kawasan dan simpul bisnis yang menghubungkan para investor dengan jaringan pasar yang lebih luas," ujar Johannes dalam keterangannya.

Menurutnya, fasilitas yang tersedia nantinya akan membantu tenant mendapatkan dukungan operasional yang lebih optimal sehingga dapat meningkatkan daya saing bisnis mereka.

Sejalan dengan tren industri global yang semakin menekankan efisiensi dan target Net Zero Emission, Smartpolitan Building akan dilengkapi dengan atap panel surya (solar panel roof) sebagai sumber energi terbarukan.

Penerapan teknologi ramah lingkungan ini menjadi bagian dari konsep pengembangan kawasan yang mengusung prinsip Smart, Green, and Sustainable City.

Chief Commercial Officer Suryacipta, Abednego Purnomo, menjelaskan bahwa kebutuhan akan fasilitas modern bagi industri berteknologi tinggi terus meningkat.

"Pembangunan Smartpolitan Building merupakan wujud komitmen kami dalam menyediakan infrastruktur cerdas yang relevan dengan perkembangan kebutuhan industri saat ini," kata Abednego.

Selain energi hijau, gedung tersebut juga akan dilengkapi Command Centre yang mampu memantau operasional kawasan secara real-time melalui sistem Internet of Things (IoT).

Menariknya, Smartpolitan Building juga akan memiliki fasilitas co-working space yang dirancang sebagai area "soft landing" bagi investor asing yang baru masuk ke Indonesia.

Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan awal, mulai dari survei pasar, koordinasi bisnis, hingga pengurusan perizinan sebelum memulai ekspansi usaha.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat proses investasi sekaligus memberikan kenyamanan bagi pelaku usaha global yang ingin beroperasi di Indonesia.

Smartpolitan Building akan dibangun dengan struktur tiga lantai dan berlokasi di Smart Core Area, yang merupakan Central Business District (CBD) Subang Smartpolitan.

Kawasan di sekitar gedung juga akan dikembangkan menjadi pusat aktivitas komersial dan retail yang mencakup layanan perbankan, restoran, kafe, hingga fasilitas pendidikan.

Tak hanya itu, kawasan industri ini memiliki keunggulan dari sisi logistik karena terhubung langsung dengan Jalan Tol Trans Jawa dan berada dekat dengan Pelabuhan Patimban.

Konektivitas tersebut diyakini mampu memangkas waktu distribusi barang sekaligus meningkatkan efisiensi biaya logistik bagi para tenant.

Pembangunan Smartpolitan Building menjadi salah satu langkah strategis Suryacipta dalam memperkuat daya tarik kawasan industri Subang Smartpolitan di tengah persaingan investasi yang semakin ketat. Dengan kombinasi teknologi digital, energi terbarukan, serta dukungan fasilitas bisnis yang lengkap, kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri modern baru di Indonesia.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →