ChildFund dan YKSB Luncurkan GRI, Ubah Peternakan Domba Boyolali Jadi Model Bisnis Hijau Anak Muda

Oleh : Nina Karlita | Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:19 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - BOYOLALI – Di tengah tantangan pemulihan ekonomi pascapandemi dan ancaman krisis iklim yang semakin nyata, ChildFund International di Indonesia bersama Yayasan Keluarga Sejahtera Boyolali (YKSB) meluncurkan program Green Recovery Initiative (GRI). 

Program ini hadir sebagai solusi inovatif yang mengubah peternakan domba dan kambing di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menjadi model bisnis hijau modern yang digerakkan oleh generasi muda. Dan menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan yang dihadapi sektor peternakan Boyolali. 

Selama ini, daerah tersebut mengandalkan peternakan sebagai salah satu penopang utama ekonomi masyarakat. Namun, rendahnya efisiensi pengelolaan pakan dan limbah, ditambah dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), membuat banyak peternak harus beralih dari sapi ke domba dan kambing.

Melalui pendekatan ekonomi hijau, GRI berupaya memastikan pemulihan ekonomi masyarakat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Pemulihan ekonomi dan pemulihan lingkungan perlu berjalan seiring. Melalui GRI, ChildFund International di Indonesia mendorong kewirausahaan anak muda, penurunan emisi, dan penguatan rantai nilai ekonomi hijau secara terpadu,” ujar Meinrad Indra Cahya, Senior Specialist Livelihood ChildFund International di Indonesia.

Hal senada disampaikan Program Manager YKSB, Ahmad Luthfy Mubaarok. Menurutnya, GRI dirancang sebagai program jangka menengah hingga panjang yang menempatkan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai aktor utama perubahan.

“Kami percaya, dengan semangat kebersamaan, GRI tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi generasi mendatang,” katanya.

Implementasi nyata dari Green Recovery Initiative terlihat melalui berdirinya Agro Lestari Muda, kelompok peternakan yang dikelola anak-anak muda Desa Suroteleng sejak tahun 2024.

Kelompok ini menerapkan sistem peternakan terintegrasi yang mencakup produksi pakan konsentrat secara mandiri, penggunaan kandang panggung yang higienis, pengelolaan limbah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi, hingga penerapan teknologi rainwater harvesting untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Direktur Agro Lestari Muda, Rinto, menegaskan bahwa konsep bisnis hijau yang mereka jalankan berfokus pada pemanfaatan seluruh sumber daya tanpa menghasilkan limbah yang terbuang.

“Green business bagi kami berarti tidak ada limbah yang dibuang. Semua harus kembali menjadi nilai ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut menunjukkan bahwa desa memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi baru apabila dikelola dengan strategi yang tepat dan berkelanjutan.
Tingkatkan Keterampilan dan Kesadaran Lingkungan Generasi Muda

Program GRI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

Hanum, salah satu peserta program yang masih berstatus mahasiswi, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai peternakan modern dan pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.

“Program ini membuat saya jauh lebih disiplin dan membuka wawasan saya bahwa peternakan modern bisa dikelola secara bersih, teratur, dan ramah lingkungan,” ungkap Hanum.

Selain itu, Karang Taruna Desa Suroteleng turut dilibatkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari produksi pakan ternak, studi banding ke peternakan modern, hingga pengolahan limbah kotoran ternak menjadi sumber pendapatan tambahan.

Transformasi juga dirasakan peternak konvensional seperti Ari Nugroho yang kini mampu memproduksi pakan konsentrat sendiri dan mengolah limbah menjadi pupuk organik bernilai jual.

“Rasanya bangga bisa bekerja profesional di desa sendiri sambil menjaga lingkungan,” tuturnya.
Menjangkau Dunia Pendidikan

Dampak program GRI turut dirasakan sektor pendidikan. Siswa SMK jurusan peternakan mendapatkan pelatihan pengolahan urine domba menjadi pupuk organik cair menggunakan metode Jadam Microbial Solution (JMS), sehingga memperoleh keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri peternakan modern.

Tak hanya itu, kandang Agro Lestari Muda juga dimanfaatkan sebagai laboratorium alam bagi anak-anak PAUD dan SD setempat untuk mengenal dunia peternakan dan lingkungan sejak dini.

Keberhasilan Green Recovery Initiative tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Program ini melibatkan ChildFund International di Indonesia, YKSB, Karang Taruna Desa Suroteleng, Dinas Peternakan Kabupaten Boyolali (Disnakkan), serta komunitas lokal.

Ke depan, model Agro Lestari Muda diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia sebagai pusat pembelajaran, destinasi ekowisata berbasis peternakan, sekaligus penggerak ekonomi desa berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan kebutuhan generasi masa depan.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →