INDUSTRY.co.id - Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Dadang Sunendar mengatakan perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut penambahan padanan kata baru.

"Imbas dari teknologi ini menuntut kita harus cepat mencari padanan kata baru dalam Bahasa Indonesia-nya," ujar Dadang di Jakarta, Selasa (13/12).

Dia memberi contoh banyak kata-kata baru dari bahasa asing yang belum mempunyai padanannya dalam Bahasa Indonesia.

"Tugas Badan Bahasa mencari padanan kata yang sesuai," lanjut dia.

Salah satu upaya yang dilakukan Badan Bahasa dengan meluncurkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kelima dalam bentuk dalam jaringan atau daring dan cetak.

Kamus tersebut, lanjut dia, hendaknya dijadikan acuan bagi masyarakat maupun kalangan tertentu seperti akademisi dan praktisi bahasa.

Kamus Besar Bahasa Indonesia dimanfaatkan oleh masyarakat tidak hanya untuk mengetahui perkembangan bahasa Indonesia, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan penggunaan Bahasa Indonesia.

"Selain meluncurkan dalam versi daring, kamus ini juga dilengkapi dengan aplikasi android. Mengapa dipilih versi digital, tujuannya agar bisa menampung masukan-masukan dari masyarakat," papar dia.

KBBI tersebut terbit dalam dua versi, yakni versi cetak dan versi daring. Peluncuran itu diikuti dengan peluncuran KBBI versi luring pada tanggal 17 November 2016 di Bandung.

Jadi KBBI edisi kelima terbit dalam tiga versi sekaligus, yaitu cetak, daring, dan luring dengan kelebihan masing-masing.

Sebagai produk yang ditujukan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, KBBI masih memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu, tanggapan, saran, dan kritik dari masyarakat sangat diperlukan untuk kemajuan KBBI. (Hrb)