INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendukung program magang dan studi independen bersertifikat yang akan diberlakukan efektif di 2022.

Advertisement

Program ini merupakan kolaborasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan industri.

"Ini merupakan terobosan dari dunia pendidikan untuk melakukan penyesuaian dengan kebutuhan industri, agar kualitas SDM yang ada bisa memenuhi tuntutan keterampilan di pasar kerja saat ini," ungkap Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid (16/12/2021).

Advertisement

Arsjad menerangkan, Untuk program magang bersertifikat terdapat beberapa karakteristik yang menjadi acuan, diantaranya peserta magang diharapkan nantinya bisa memecahkan permasalahan yang ditemui di tempat kerja, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan.

"Peserta magang bisa bekerja dalam kelompok, dibimbing oleh mentor profesional dengan program yang terstruktur," tandasnya.

Advertisement

Di tahun 2021, Kemendikbudristek bekerja dengan 121 perusahaan dan mitra untuk menyediakan 12.909 pengalaman bagi mahasiswa. 400 perusahaan sudah mengumpulkan proposal, sejauh ini baru 121 mitra yang lolos dengan rancangan program magang dan studi independen berkualitas tinggi.

Untuk pendaftaran, perusahaan dapat mengisi proposal di https://mitra.kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/ sementara untuk mahasiswa bisa melakukan pendaftaran ke program terpilih
melalui kanal perusahaan atau platform Kampus Merdeka.

Advertisement

"Selain magang di perusahaan, organisasi nirlaba dan multilateral, lembaga pemerintahan, atau di start-up, mahasiswa juga dapat mengembangkan bisnis secara mandiri atau berpartisipasi dalam incubator atau accelerator dengan jaringan mentor berkualitas," lanjut Arsjad.

Berdasarkan data Kemdikbudristek, Di tahun 2022 Kemdikbudristek dan LPDP menyediakan Rp 2.6 triliun untuk keseluruhan program Kampus Merdeka. Rp 700 miliar diantaranya akan disalurkan untuk program Magang & Studi Independen Bersertifikat dan Rp 200 miliar untuk program Wirausaha Merdeka.

Selain akan menerima sertifikat kompetensi dari perusahaan, mahasiswa magang di perusahaan yang diakui Kemendikbudristek selama 1-2 semester penuh akan mendapat uang saku dan biaya hidup selama magang disubsidi oleh Kemendikbudristek.