INDUSTRY.co.id - Jakarta – Sebagai bukti komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan/sustainability, Allianz Indonesia kembali menggelar kompetisi Social Impact Fund 2021 untuk diikuti oleh organisasi nirlaba yang memiliki fokus program pada kesempatan kerja, pelatihan, dan pendidikan bagi seluruh kalangan tidak terkecuali kaum muda serta kelompok difabel.
Melalui kompetisi ini, Allianz Indonesia mengajak seluruh organisasi/institusi/yayasan untuk mengirimkan proposal dan menjalankan program demi mendorong penyediaan kesempatan kerja yang inklusif di Indonesia sejalan dengan kepedulian terhadap sosial masyarakat dalam prinsip Environment, Social and Governance (ESG).
Tahun ini, Allianz Group meraih posisi teratas sebagai Leading Sustainable Insurer dari seluruh perusahaan asuransi yang dinilai oleh Dow Jones Sustainability Index dengan nilai yang tinggi pada penerapan prinsip ESG melalui berbagai aktivitas perusahaan.
Program Social Impact Fund 2021 merupakan salah satu inisiatif dari Allianz Group untuk memberi peluang yang lebih baik dalam kesempatan kerja, pelatihan, dan pendidikan bagi generasi masa depan di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Kompetisi ini dibuka pada 2 – 26 Desember 2021 dengan peluang pendanaan program hingga 50.000 euro untuk pemenang yang terpilih.
Proposal pemenang akan mewakili Allianz Indonesia untuk bersaing dengan perwakilan dari negara lainnya mengikuti Social Impact Fund 2021. Program yang terpilih nantinya akan dijalankan selama minimal 12 bulan dengan mengutamakan pengembangan potensi kesempatan kerja di lingkungan sekitar mereka.
“Dalam menjalan kegiatan bisnis, Allianz senantiasa menerapkan prinsip ESG dalam meraih tujuan berkelanjutan. Melalui Social Impact Fund 2021, kami berfokus pada pengembangan dampak sosial yang terukur untuk mendukung pemberdayaan ekonomi berlandaskan Sustainable Development Goals,” ujar Karin Zulkarnaen, Chief Marketing Officer Allianz Indonesia yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (13/12/2021).
“Semangat ini akan terus kami gaungkan dengan mengajak masyarakat berpartisipasi pada program ini dan menjadi katalis dari perubahan sosial untuk pembangungan yang berkelanjutan,” tutup Karin.
Kriteria program pendanaan didasarkan pada Sustainable Development Goal (SDG) 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan menitikberatkan pada SDG 8.5 untuk mencapai penyerapan ketenagakerjaan yang produktif dan menyeluruh bagi semua perempuan dan laki-laki, termasuk bagi pemuda dan penyandang difabilitas, dan upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya.
Untuk mendorong produktivitas kelompok muda, program dapat turut didasarkan pada SDG 8.6 untuk mengurangi proporsi pemuda yang tidak bekerja, berpendidikan atau terlatih.
Tahun ini merupakan kali ketiga kompetisi ini dilaksanakan sejak dimulai pada tahun 2017. Pada tahun pertama pelaksanaannya, kompetisi Social Impact Fund dimenangkan oleh Aquaculture project dengan usaha budidaya lele organik di Desa Greol, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur yang mendapat dukungan pendanaan sebesar 20.000 euro.