INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga emas diperdagangkan naik dekati zona USD 1780 di awal sesi perdagangan pagi ini. Sentimen perdagangan relatif terpengaruh oleh USD yang terkoreksi pekan lalu dan kinerja imbal hasil obligasi yang ikut terkoreksi serta sedikit mewaspadai pertemuan the Fed pada pertengahan pekan ini.

"Terkait data inflasi AS, rilisnya pada hari Jumat kemarin terlihat menunjukan kondisi inflasi AS yang sedang memanas walaupun data pertumbuhan inflasinya tidak secepat periode sebelumnya," kata Nikolas Prasetia, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (13/12/2021).

Sementara, untuk sepekan ini fokus perhatian harga emas akan tertuju pada pertemuan the Fed untuk mengkonfirmasi pernyataan Powell di awal bulan ini yang bersuara optimis akan mempercepat penyelesaian program stimulus supaya dapat melakukan perubahan tingkat suku bunga AS pada tahun 2022 mendatang.

Konsolidasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir tersebut terlihat mengindikasikan bahwa pasar masih menunggu kepastian terkait kebijakan moneter AS yang akan diumumkan pada pekan ini.

Di awal sesi perdagangan pekan ini, harga emas bergerak di zona konsolidasi yakni di atas zona support di areal USD1.770 dan zona resistance di areal USD1.790. Resistance terjauhnya berada di areal USD1.800 hingga ke zona USD1.810 sementara untuk support terjauhnya berada di areal USD1.770 hingga ke areal USD1.760.