INDUSTRY.co.id - Bali, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melakukan Kick off Seminar G20 dengan tema Recover Together, Recover Stronger di Nusa Dua-Bali, Kamis (9/12/2021)
Hadir dalam seminar G20 tersebut diantaranya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Ekonomi dan Keuangan Italia Daniele Franco, dan Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman.
Dalam kesempatan itu, Menkeu Sri Mulyani menyampaikan sejumlah poin terkait pemulihan ekonomi global dan kebijakan bersama yang perlu diambil oleh negara-negara, khususnya anggota G20 untuk dapat keluar dari masa krisis akibat pandemi.
"Saya sampaikan di situasi global yang tidak pasti dan kompleksitas efek pandemi, dunia harus menyinkronkan kebijakan exit strategy," ujar Sri Mulyani sebagaimana dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari keterangannya di akun Instagram miliknya Kamis sore.
"Tidak hanya dalam bentuk komunikasi, tapi kebijakan nyata yang bisa membangun kepercayaan dunia bahwa kita bisa pulih bersama," sambungnya.
Dikatakannya pebih lanjut, selama memegang Presidensi G20, Indonesia ingin dapat hasil nyata dan substansif.
Pertama, sebut Sri Mulyani, joint task force keuangan dan kesehatan bisa menghasilkan roadmap dari Pandemic Prevention, Preparedness, and Responses.
Kedua, indikator pasti komitmen pembiayaan penanganan climate change.
Ketiga, roadmap pembiayaan yang berkelanjutan. Lalu keempat, dukungan terhadap transisi ekonomi rendah karbon.
Dan kelima, panduan sistem perpajakan internasional untuk mencapai perpajakan yang adil dan sederhana bagi seluruh negara.
"Indonesia juga ingin mencapai mobilisasi pembiayaan dari sektor swasta untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan," jelas Sri Mulyani.
Selain itu, dirinya juga berharap agar seminar G20 ini menjadi pembuka yang bisa menunjukkan optimisme Indonesia untuk mewujudkan tema “Recover Together, Recover Stronger".
"Dan saya yakin dengan optimisme semua yang hadir dalam seminar ini, kita akan bisa membawa pemulihan yang merata di dunia," pungkasnya.