INDUSTRY.co.id, Bandung -Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M Syarkawi Rauf menyayangkan masih minimnya pelaku usaha di Indonesia. Padahal pelaku usaha menjadi salah satu basis penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia.
Syarkawi bahkan menyebutkan jumlah pelaku usaha di Indonesia hanya berkisar 1,6-1,8 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Lebih kurang yang berkecimpung di dunia usaha hanya sekitar 4,6 juta orang.
"Kita di Indonesia jumlah pelaku usaha secara nasional kisarannya 1,6-1,8 persen dari jumlah penduduk. Penduduk 290 juta kurang lebih 4,6 juta pelaku usaha," kata Syarkawi kepada wartawan usai menggelar acara Dialog Persaingan dengan tema 'Mendorong Tumbuhnya Wirausaha Muda Melalui Persaingan Usaha Sehat' di Hotel Grand Royal Panghegar, Kota Bandung, kemarin.
Syarkawi menilai jumlah tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang terbilang besar. Apalagi jika disandingkan dengan negara-negara berkembang dan maju lainnya, Indonesia masih tertinggal jauh.
Menurutnya, angka yang cukup bagus untuk tingkat pelaku usaha di Indonesia ialah empat persen. Jumlah tersebut sekitar 10,6 juta penduduknya menjadi pelaku usaha.
"Kita supaya bisa tumbuh secara ideal butuh empat persen dari jumlah penduduk. Kalau empat persen berarti sekitar 10,6 juta. Kita baru punya 4,6 juta artinya masih butuh 6-6,5 juta pelaku usaha baru," tuturnya.