Ditunjuk Presiden Jokowi Menjadi Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Ini yang Akan Dilakukan Sulis

Oleh : Hariyanto | Kamis, 18 November 2021 - 10:06 WIB

Presiden Joko Widodo menunjuk Gandi Sulistiyanto Soeherman sebagai Duta Besar (Dubes) RI untuk Republika Korea.
Presiden Joko Widodo menunjuk Gandi Sulistiyanto Soeherman sebagai Duta Besar (Dubes) RI untuk Republika Korea.

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Joko Widodo menunjuk Gandi Sulistiyanto Soeherman sebagai Duta Besar (Dubes) RI untuk Republika Korea. Sulis, panggilan akrabnya, bukanlah seorang diplomat karir ataupun politisi yang tergabung dalam partai tertentu. Ia adalah seorang profesional bisnis yang telah menjalani karir selama 39 tahun di beberapa grup bisnis terkemuka nasional.

“Menjadi Dubes adalah penugasan langsung dari Presiden Jokowi. Ini merupakan kesempatan berdarmabakti pada Negara. Ini juga panggilan yang luar biasa, dimana tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan yang sama,” kata Sulis yang dikutip INDUSTRY.co.id, Kamis (18/11/2021)

Sulis merasa bersyukur mendapat kepercayaan sebagai duta besar RI untuk Korea Selatan.  Menurutnya negara tersebut memiliki industri manufaktur berkelas dunia sehingga Indonesia dapat belajar dari mitra yang tepat. Apalagi keduanya merupakan sesama negara G20.

Selain itu Korea Selatan juga sukses menduniakan industri kreatifnya seperti film, drama, musik, gaya busana hingga makanan. Sehingga restu keluarga pun menjadi lebih mudah. “Terus terang, istri saya penggemar drama Korea jadi pasti setuju. Anak-anak dan cucu saya juga penggemar BTS dan Blackpink. Jadi memang cocok,” katanya mengenai dukungan keluarga atas penugasannya.

Sulis berpandangan tidak mesti mengubah formula keberhasilan yang sudah terbukti. Menurutnya, Dubes RI untuk Korea Selatan sebelumnya yaitu Umar Hadi telah banyak membuat pencapaian luar biasa. Terlebih, Umar Hadi adalah seorang diplomat karir kawakan yang memiliki pengalaman luar biasa. Untuk itu, Ia merasa bersyukur bisa melanjutkan berbagai program dan kebijakan yang telah dirintis olehnya.

“Akan ada kreasi-kreasi baru nantinya. Tetapi landasan yang sudah dibuat oleh pendahulu saya membuat rencana kerja saya lebih mudah,” katanya.

Selain Umar Hadi, ia juga menganggap dubes sebelumnya yaitu John Prasetyo – yang seperti dirinya, berangkat dari sektor usaha – banyak meletakkan hubungan bilateral yang cukup erat antar kedua Negara.

“Intinya, saya mengapresiasi pendahulu saya yang sudah meletakkan dasar-dasar kerja. Ini merupakan complimentary terkait yang akan saya lakukan nanti,” pungkas dia.

Sulis mendapati beberapa persamaan antara pengabdian sebagai dubes dengan karir terakhirnya di sebuah korporasi besar.

Tugas sebelumnya meliputi dari dua hal utama. Pertama adalah diplomasi, atau berhubungan keluar menjangkau publik, juga pemerintah. “Bagaimana agar program perusahaan yang ingin kita lakukan, dapat diterima tak hanya oleh internal manajemen, namun juga pemerintah dan publik. Itu kerja diplomasi.”

Kedua, ada aspek advokasi. Jika diplomasi tidak berhasil, terjadi polemik atau bahkan berkembang menjadi krisis, tentu membutuhkan mitigasi agar dapat segera selesai, di mana semua pihak tidak ada yang merugi, melalui amicable solution, win-win solution, tanpa ada yang mesti kehilangan muka.

“Sedikit banyak terdapat persamaan antara apa yang saya laksanakan dulu, dengan apa yang akan saya lakukan di KBRI Seoul. Mungkin skalanya yang berbeda dalam berdiplomasi serta menjadi problem solver di sana, karena menyangkut negara.” katanya.

Saat menjabat nanti, Sulis menjabarkan pertama-tama akan memfokuskan peningkatan sisi ekonomi, perdagangan dan investasi. Karena diakuinya, hal itu adalah misi utama yang dibebankan oleh pemerintah kepadanya. “Mendorong pengusaha dari kedua negara saling bekerjasama lebih kuat di bidang ekonomi perdagangan dan investasi,” katanya.

Sebagai langkah awal, ia akan menawarkan proyek-proyek infrastruktur yang ada di Indonesia agar Korea lebih aktif berpartisipasi. Salah satu bentuk investasinya adalah melalui Indonesia Investment Authority.

Disamping itu, Indonesia bisa memanfaatkan perjanjian CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) di mana kedua Negara telah sepakat membebaskan bea masuk beberapa produk masing-masing. Indonesia juga bisa meratifikasi turunan dari perjanjian yang sudah ditandatangani bulan Desember tahun lalu ini.

“Target saya sebelum berangkat, Insya Allah ratifikasi bisa ditandatangani juga oleh parlemen sehingga semua yang ada di dalam daftar barang-barang itu mendapatkan bebas bea. Itu program pertama,” tuturnya.

Selaku Dubes, ia menginginkan agar neraca perdagangan Indonesia nantinya setidaknya bisa lebih seimbang. Agar tidak hanya produk impor dari Korea saja yang masuk, sementara ekspor Indonesia ke sana masih terbatas. “Salah satu tugas Dubes memang membuat trade balance itu positif buat Indonesia,” katanya.

Demi mensukseskan hal itu, ia mendorong pengusaha-pengusaha Indonesia untuk lebih “rajin” ke Korea memamerkan produknya. “Nah ini yang kita mesti terus dorong agar ada fasilitasi akses pendanaan dari perbankan kepada perusahaan yang mengekspor produknya ke Korea. Termasuk memperbanyak partnership sehingga sebagian besar produk tersebut bisa diproduksi di Korea,” tukas Sulis.

Sementara untuk menaikkelaskan usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia, dirinya mencoba menarik mereka masuk ke dalam ekosistem supply chain perusahaan-perusahaan besar Korea yang berinvestasi di Indonesia. Pendampingan dilakukan dengan supervisi mereka agar produk yang dihasilkan sesuai standar,” tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wapres Ma’ruf Amin didampingi Ibu Wury bertolak ke Sultra untuk melakukan kunjungan kerja, Kamis ((19/04/2022) pagi. (Foto: BPMI Setwapres)

Jumat, 20 Mei 2022 - 07:17 WIB

Wapres Akan Groundbreaking Kawasan Industri di Konawe Utara

Jakarta-Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin bertolak ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) guna melakukan kunjungan kerja (kunker), Kamis (19/05/2022) pagi.…

Dirjen ILMATE Taufiek Bawazier saat meresmikan Toyota xEV Center

Jumat, 20 Mei 2022 - 07:10 WIB

Kemenperin Harap Toyota xEV Center jadi Katalisator Pengembangan Teknologi Kendaraan Listrik di RI

Kemenperin berharap, Toyota xEV Center sebagai katalisator pengembangan teknologi dan industrialisasi kendaraan elektrifikasi di Indonesia sehingga dapat meningkatkan ketahanan energi serta…

HIPMI Siap Dukung Sektor UMKM RI ke Pasar Internasional

Jumat, 20 Mei 2022 - 07:00 WIB

HIPMI Siap Dukung Sektor UMKM RI ke Pasar Internasional

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menginisiasi perhelatan HIPMI International Business Forum yang merupakan rangkaian acara dari rencana kegiatan kunjungan HIPMI ke Amerika Serikat dan…

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (FKPPI) Bambang Soesatyo

Jumat, 20 Mei 2022 - 06:45 WIB

Ketua MPR RI Tegaskan FKPPI Siap Bantu TNI Jaga Kedaulatan Bangsa

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (FKPPI) Bambang Soesatyo bersama pengurus FKPPI…

 Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Dok. Setkab)

Jumat, 20 Mei 2022 - 06:11 WIB

Menperin: Hilirisasi Industri Picu Peningkatan Kinerja Ekspor Nasional

Jakarta-Industri pengolahan masih memberikan kontribusi yang dominan terhadap nilai ekspor nasional, dengan capaian sebesar 74,46 persen sepanjang Januari-April 2022.