INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut industri otomotif nasional sudah kembali menggeliat pasca pandemi Covid-19.
Hal tersebut dikatakan Menperin Agus saat mendatangi pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 pada Senin (15/11).
"Saya lihat industri otomotif sudah menggeliat, saya mendapatkan laporan penjualan di GIIAS sesuai harapan," katanya.
Ajang GIIAS 2021 menghadirkan berbagai teknologi dan produk terbaru hasil industri otomotif, termasuk kendaraan berbasis listrik sebagai cerminan komitmen dari industri otomotif Indonesia.
"Disini kita (kemarin) melaunching 21 jenis kendaraan jenis Listrik EV kemudian juga beberapa mobil ICI kita kita kemarin melaunching beberapa jenis baru,” ujarnya.
Dengan demikian, kedepan pemerintah menggandeng sektor industri otomotif dan bertekad untuk mengakselerasi sektor industri di Indonesia khususnya dalam bidang kendaraan listrik atau Electronic Vehicyle.
“Mobil listrik prioritas pemerintah saat ini, iya untuk kemarin kan juga PPnBM bisa meningkatkan banyak penjualan. Harapan kedepan kita bisa kembali target kembali produksi (satu juta) sebelum masa pandemi,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Indonesia sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk memasuki era kendaraan listrik sebagaimana arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Perpres 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, ujarnya.
Dalam rangka menindaklanjuti Pepres 55 tahun 2019 tersebut, Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan dua regulasi. Pertama, Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV dan Perhitungan Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN) yang berfungsi sebagai petunjuk atau penjelasan bagi stakeholder industri otomotif terkait startegi, kebijakan dan program dalam rangka mencapai target Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor hub kendaraan listrik.
Kedua, Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2020 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap sebagai bagian tahap pengembangan industrialisasi KBLBB di Indonesia.
"Dalam pengembangan ekosistem industri KBLBB, pada tahun 2030, industri dalam negeri ditargetkan dapat memproduksi mobil listrik dan bis listrik sebanyak 600 ribu unit sehingga dengan angka tersebut dapat mengurangi konsumsi BBM sebesar 3 juta Barrel dan menurunkan emisi CO2 sebanyak 1,4 juta ton," ungkap Menperin.
Upaya tersebut, diharapkan dapat mendukung pemenuhan komitmen pemerintah Indonesia terkait pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030, seperti dijelaskan oleh Presiden Joko Widodo pada COP21 di Paris pada Desember 2015.