INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Umum Federasi Breaking Seluruh Indonesia (FBSI) Ardiyansyah Djafar mengaku gembira atas penghargaan yang diberikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali atas dedikasinya dalam mengembangkan skena olahraga Breaking di tanah air.

Penghargaan dalam rangka Hari Olah Raga Nasional (HAORNAS) tersebut juga diberikan kepada para atlet nasional yang berlaga di Olimpiade Tokyo beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah, Tadi malam saya menerima Penghargaan dan Apresiasi dari Bapak Menpora dalam rangka Hari Olahraga Nasional atas kontribusi saya selama ini yang mencoba memajukan dan menggerakkan skena Breaking Indonesia mulai sejak masih Olahraga Rekreasi hingga Menjadi Prestasi," ujar Ardiyansyah dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Jumat(5/11/2021).

"Bisa dibilang Penghargaan HAORNAS oleh Kemenpora adalah salah satu acara yang paling ditunggu oleh Insan Olahraga Breaking Indonesia, Jujur tidak menyangka," sambung Ardiyansyah.

Untuk diketahui, olahraga Breaking sendiri populer di Penjuru Dunia terutamanya Amerika Serikat dan Eropa, di Indonesia olahraga yang gerakannya sangat dinamis ini lebih didominasi oleh kalangan milenial, olahraga ini berangkat dari masyarakat.

Kini selama belasan tahun hadir di Indonesia, skena Breaking mulai diperhitungkan, lewat wadah FBSI olahraga ini akan menjadi satu-satunya nomor resmi kategori DanceSport  di Olimpiade Paris 2024 mendatang.

Capaian ini menurut Ardiyansyah, menjadi bukti betapa pentingnya sinergi antara Olahraga Rekreasi dan Olahraga Prestasi untuk Prestasi Olahraga Nasional, dan hal ini juga sejalan dengan amanat undang-undang sistem keolahragaan nasional (UU SKN).

“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah terutama kepada Kemenpora atas penghargaan yang diberikan kepada saya, saya berharap dengan penghargaan yang saya terima ini dapat memotivasi juga membuka kesempatan terutamanya bagi para pegiat Breaking Tanah Air untuk bisa lebih diperhatikan, potensi Breaking berprestasi Single & Multi Event kedepan sangatlah besar, ekosistem Breaking kita saat ini sudah memiliki dasar yang kuat, tinggal dijaga dan kembangkan, jika tidak hasil kerja keras belasan tahun akan sia-sia. Dukungan seperti sarana, prasarana, nutrisi dan terutamanya sportscience sangat dibutuhkan, kita harus bisa riding the momentum," tutup Ardiyansyah.

Sebelumnya, Menpora Amali menjelaskan bahwa pemberian penghargaan ini seusai dengan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). 

"Seiring dengan telah ditandatanganinya Perpres No 86 Tahun 2021 tentang DBON oleh Presiden RI Joko Widodo, pemerintah memberikan penghargaan kepada para atlet yang berprestasi di tingkat dunia, Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo," kata Menpora Amali, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, selain para atlet dan wasit, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada insan olahraga yang telah berkontribusi terhadap prestasi olahraga.

"Seperti kategori pembina olahraga, dosen olahraga, dan wartawan olahraga," jelas Menpora.

Adapun Tokoh Olahraga lain penerima penghargaan seperti Pemenang Medali Olimpiade Tokyo 2020 Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Anthony Ginting, Legenda Sepakbola dan Pelatih Timnas Sepak Bola Bima Sakti dan Wasit Tinju yang bertugas saat final Tokyo Olympic Boy Pohan juga turut menerima penghargaan tersebut.