INDUSTRY.co.id - Jakarta, Secara Komulatif, Januari-April 2017, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia mencapai 4,20 juta kunjungan, atau naik 19,34 persen jika dibandigkan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Kenaikan jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui 19 pintu utama sebanyak 3,72 juta kunjungan dan wisman yang berkunjung di luar 19 pintu utama sebanyak 474,87 ribu kunjungan.
"Secara komulatif dari Januari-April 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 4,20 juta kunjungan. Angka itu naik sebesar 19,34 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada April 2016," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto seusai konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta (2/6/2017).
Ia menambahkan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2017 mencapai 1,14 juta kunjungan atau naik sebesar 7,09 persen jika dibandingkan dengan bulan Maret 2017.
"Jumlah kunjungan wisman pada bulan April 2017 terdiri atas wisman yang berkunjung di 19 pintu utama sebesar 994,13 ribu kunjungan dan di luar 19 pintu utama sebesar 148,5 ribu kunjungan," terangnya.
kenaikan jumlah kunjungan wisman pada bulan April 2017 terjadi di sebagian besar pintu masuk utama dengan presentase kenaikan tertinggi tercatat di Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara mencapai 312,82 persen. Sedangkan kenaikan terendah terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 0.94 persen.
Sementara itu, untuk Tingkat Penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada bulan April 2017 mencapai rata-rata 55,14 atau naik 0,76 poin jika dibandingkan TPK April 2016. "Kenaikan TPK tertinggi terjadi di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 8,95 poin, sementara penurunan TPK terbesar terjadi Provinsi Kalimantan Barat sebesar 14,26b poin," ucapnya.
Suhariyanto menegaskan, bila dilihat menurut klasifikasi hotel pada April 2017, TPK tertinggi tercatat pada hotel bintang empat mencapai 58,03 persen, sedangkan TPK terendah tercatat pada hotel bintang satu yang hanya mencapai 46,11 persen.