INDUSTRY.co.id - Roma - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi salah satu bintang dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Roma, Italia dan secara resmi berakhir, kemarin (31/10).
Selain resmi memegang tongkat Presidensi G20 untuk 1 tahun ke depan, Jokowi juga jadi daya tarik pemimpin negara lain. Para pemimpin dunia antre ketemu Jokowi.
Selama perayaan berlangsung, Jokowi selalu ditempatkan dalam posisi spesial. Dalam sesi foto misalnya, Jokowi berdiri paling depan dan paling tengah, mendampingi PM Italia Mario Draghi, selaku tuan rumah. Penempatan itu tak lepas dengan posisi Indonesia yang akan menjadi pemimpin G20 tahun depan.
Di sela agenda inti yang serba formal itu, para pemimpin negara memanfaatkan waktu kosong dengan melakukan pertemuan bilateral. Selama dua hari, Jokowi setidaknya melakukan 6 kali pertemuan bilateral yakni, pertemuan dengan Presiden Australia, Presiden Turki, Presiden Prancis, PM India dan Bos IMF. Pertemuan bilateral ini digelar sama formalnya.
Tak semua acara dibikin formal. Ada juga yang semi formal, seperti saat pertunjukan seni dan budaya pada malam hari pertama. Untunglah, di sela-sela agenda rapat yang padat yang serba formal itu ada jeda antar sesi yang dimanfaatkan para pemimpin negara untuk ber-say hallo, sekadar menanyakan kabar atau ngobrol topik-topik ringan.
Presiden Jokowi juga terlihat memanfaatkan jeda antar sesi ini untuk mengobrol dengan PM Inggris Boris Johnson, Ratu Belanda Maxima, PM Australia Scott Morrison, PM Italia Mario Draghi, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.
Mereka ngerumpi sebelum menikmati pertunjukan seni budaya yang digelar di Terme, Diocleziano, gedung kuno yang dibangun pada abad ketiga itu.
Dalam foto yang diunggah Jokowi di Instagram miliknya, para pemimpin negara ini tampak asyik dan akrab saat mengobrol. Morrison dan Johnson bahkan tampak tertawa dalam rumpian itu.
Keunikan lain tertangkap saat PM Johnson mencari-cari Jokowi sebelum rapat dan Ratu Maxima membuka masker untuk menarik perhatian Jokowi.
Kedua momen tersebut antara lain tertangkap lewat kamera milik Rick Evers yang diunggah di akun YouTube Royal TV. Evers adalah jurnalis yang kerjanya merekam berbagai kegiatan keluarga kerajaan Belanda terkhusus Ratu Maxima.
Dalam Forum G20, Indonesia menjadi presidensi, yakni pihak yang bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan Presidensi G20 setahun ke depan. Hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki nama di dunia internasional, karena dipercaya untuk menjadi presidensi. Pasalnya, tidak semua negara bisa memiliki kesempatan emas ini, sehingga menjadi sebuah kehormatan besar.
Dengan menjadi presidensi maka menjadi salah satu bukti bahwa Presiden Jokowi disegani oleh para pemimpin dunia. Beliau dianggap cakap sehingga mampu memikul tanggung jawab besar selama setahun ke depan.
Posisi Indonesia mentereng, karena memiliki presiden yang berkharisma dan memilki visi dan misi hingga jauh ke masa depan.
Dulu memang posisi Indonesia sempat diremehkan, apalagi saat krisis moneter tahun 1998, di mana harus mencari cara agar selamat dari kepailitan. Akan tetapi saat ini berbalik 180 derajat, ketika negeri kita sangat dihormati dan dianggap punya perekonomian yang kuat. Penyebabnya karena saat pandemi sekalipun, kita bisa menanganinya dengan baik, terutama untuk mengatasi dampak di bidang finansial.
Dengan menjadi anggota G20 pun sebenarnya Indonesia juga memiliki posisi penting, karena dianggap memiliki perekonomian yang kuat. Meski masih berstatus negara kelas menengah, tetapi kita tetap berusaha agar bangkit di tengah pandemi.
Perekonomian tidak boleh hancur gara-gara corona, dan akhirnya tetap kuat, dan kita menjadi anggota tetap G20. Semua ini berkat kerja keras Presiden Jokowi.