Dampak Signifikan Hoax dari Kesehatan Mental hingga Ekonomi

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 30 Oktober 2021 - 15:00 WIB

Ilustrasi Hoax (Ist)
Ilustrasi Hoax (Ist)

INDUSTRY.co.id - Hoax tidak pilih kasih, menyerang semua golongan manusia laki-laki atau perempuan, dari pendidikan tinggi hingga rendah dan ekonomi lemah atau kuat. Bahkan selebriti dan menteri pun pernah terkena hoaks, meski kemudian ada klarifikasi. Dengan dampaknya tersebut setiap orang tentu harus waspada dengan hoax.

Fibra Trias, Editor in Chief Mommies Daily, dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, mengatakan menurut laporan Google bertajuk “Content Removal Transparancy Report” Januari-Juli tahun 2021, Indonesia menempati urutan pertama dengan volume konten terbanyak yang diminta untuk dihapus dari semua produk Google, baik YouTube, Google Search hingga Blogger.

"Hoax memiliki dampak dan bahaya besar. Untuk pembuat dan penyebarnya bisa terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sert tentuny memiliki rekam jejak digital yang buruk. Hoaks juga memengaruhi kesehatan mental seseorang, membuat seseorang jadi takut, cemas, stres, bahkan merugikan di sisi ekonomi," melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Lebih jauh dia mengatakan hoax berkembang di Indonesia disebabkan beberapa hal. Seperti kemampuan literasi masyarakat yang rendah dalam membaca dan mencerna informasi, tidak kritis hal itu tak mengherankan karena minat baca orang Indonesia masih rendah. Selain itu, anonimitas di ruang digital membuat orang bisa mengaku sebagai siapa saja.

“Hoax bahkan menjadi sumber penghasilan, karena berita yang viral dan kontroversial biasanya menarik perhatian masyarakat dan hal tersebut mendatangkan iklan adsense di YouTube,” tukasnya

Webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Di webinar kali ini, hadir pula narasumber seperti Sandy Natalia, Co-Founder of Beauty Cabin, Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist, Ana Agustin, Managing Partner di Indonesia Global Lawfirm, Inge Indriani, Founder Boembokatjangku. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Para anggota Direksi PT Summarecon Agung Tbk yang mengikuti acara paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (07/07/2022) di Jakarta. (Foto: Humas Summarecon Agung)

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:26 WIB

Kontribusi Usaha Summarecon Dukung Perekonomian Indonesia di Masa Pandemi

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menghadapi kondisi yang penuh tantangan untuk melalui masa pandemi Covid-19 dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun. Pasalnya, beragam pembatasan mobilitas yang…

Kementerian PUPR Benahi 8 Venue ASEAN Para Games 2022 di Kota Surakarta

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:22 WIB

Kementerian PUPR Benahi 8 Venue ASEAN Para Games 2022 di Kota Surakarta

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membenahi sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan ASEAN Para Games 2022 yang berlangsung di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Delapan…

Direktur Retail Banking BSI Ngatari (kiri) dan Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan) saat meresmikan Program Hujan Emas BSI 2022 di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta.

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:18 WIB

Dorong Investasi Emas di Masyarakat, BSI Lakukan Program Hujan Emas

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mendorong minat masyarakat dalam berinvestasi khususnya melalui instrumen logam mulia atau emas lewat Program Hujan Emas.

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:17 WIB

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Menurut laporan We Are Social, penggunaan internet di Indonesia untuk bersosial media menghabiskan 197 menit atau sekitar 3,2 jam per harinya. Seperti yang sudah kita tahu, media sosial digunakan…

Bank OCBC NISP dan Chandra Asri Teken Fasilitas Pinjaman 10 Tahun Sebesar US$100 Juta

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:11 WIB

Fasilitasi Bisnis Industri Petrokimia, Bank OCBC NISP dan Chandra Asri Teken Fasilitas Pinjaman 10 Tahun Sebesar US$100 Juta

Pembiayaan yang diberikan oleh Bank OCBC NISP adalah bagian dari komitmen Bank untuk mendukung Chandra Asri agar dapat secara berkesinambungan mengembangkan bisnisnya.