INDUSTRY.co.id - Perdana Menteri Australia Scott Morrison, saat ini telah mengkonfirmasi bahwa Asutralia tidak akan dibuka kembali untuk wisatawan internasional sampai 2022.
Melansir dari laman Times of India, saat ini negara tersebut hanya mengizinkan pekerja migran terampil dan pelajar yang mendapatkan izin masuk Australia.
Menurutnya, negara itu diperkirakan akan mencapai tolak ukur vaksinasi yang telah ditentukan terlebih dahulu. Asutralia akan membuka perbatasan jika 80 persen dari populasi penduduk berusia 15 tahun ke atas sudah vaksinasi Covid-19 dosis kedua.
Sementara, pada pekan lalu Australia baru saja mengumumkan rencana untuk memungkinkan warga negara dan penduduk tetap untuk bepergian ke luar negeri. Ini menjadi pertama kalinya sejak larangan perjalanan Maret tahun lalu.
Namun, kini Perdana Menteri mengatakan bahwa setelah pendudukk Australia, pemerintah akan memberikan prioritas kepada migran terampil, dan pelajar internasional yang diperbolehkan masuk ke negara tersebut. Menurutnya, sektor pendidikan khawatir bahwa pelajar akan mendaftar ke negara lain.
"Universitas di Australia sangat bergantung pada mahasiswa asing, dan pandemi telah sangat mempengaruhi. Prioritas berikutnya adalah migran terampil yang sangat penting bagi negara, serta siswa yang datang dan kembali ke Australia untuk studi mereka," jelasnya.
Sementara itu, beberapa negara bagian seperti Victoria dan New South Wales, akan memperkenalkan paspor vaksin sebagai alat untuk memudahkan beberapa langkah selama pembatasan yang ketat di seluruh negara bagian.