INDUSTRY.co.id - Satu setengah tahun sudah Australia menutup perbatasannya untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Kini, negara tersebut telah mengungkapkan rencana untuk membuka kembali perbatasannya bagi wisatawan pada bulan November dan memungkinkan warga negara dan penduduk tetap untuk bepergian ke luar negeri.
Menurut pemerintah, pembukaan perbatasan diperkirakan akan dibuka pada saat Natal ketika setidaknya 80 persen dari populasi akan divaksinasi. Setidaknya 55 persen dari populasi sepenuhnya divaksinasi dan sebagian besar Australia diperkirakan akan mencapai 70 persen pada bulan November.
"Australia siap untuk mengambil langkah selanjutnya untuk membuka kembali dunia dengan aman," ungkap Perdana Menteri Australia Scott Morrison seperti dilansir dari laman Lonely Planet.
Fase pertama pembukaan kembali perbatasan pada November akan memungkinkan warga negara dan penduduk tetap untuk melakukan perjalanan internasional, asalkan mereka karantina sekembalinya dari negara tersebut. Orang yang divaksinasi sepenuhnya diharuskan mengkarantina di rumah selama tujuh hari, sementara orang yang tidak divaksinasi harus dikarantina di hotel yang ditunjuk pemerintah selama 14 hari.
Fase kedua akan memungkinkan pengunjung asing untuk melakukan perjalanan ke Australia tetapi belum ada batas waktu yang ditetapkan untuk fase itu.
Berita itu muncul menjelang peluncuran paspor vaksin Australia untuk perjalanan internasional pada pertengahan Oktober. Mirip dengan sertifikat Covid-19 digital miliki Uni Eropa, paspor akan memeriksa status Covid-19 bagi pemegangnya.
Dalam hal ini, syarat untuk masuk ke Australia harus sudah vaksin yang diakui seperti Pfizer, Moderna, AstraZeneca atau Johnson & Johnson.
Sementara itu, beberapa negara bagian seperti Victoria dan New South Wales, akan memperkenalkan paspor vaksin sebagai alat untuk memudahkan beberapa langkah selama pembatasan yang ketat di seluruh negara bagian.
Paspor vaksin tersebut akan memungkinkan orang yang divaksinasi untuk mengakses daerah dalam ruangan berisiko tinggi di mana virus Corona dapat dengan mudah menyebar, seperti restoran, bar, dan fasilitas perawatan. Program percontohan dua minggu akan beroperasi di New South Wales mulai 6 Oktober.