Per November Untuk Pertama Kali Australia Buka Perbatasan, Ini Syarat Kunjungannya

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 02 Oktober 2021 - 15:00 WIB

Sydney, Australia
Sydney, Australia

INDUSTRY.co.id - Satu setengah tahun sudah Australia menutup perbatasannya untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Kini, negara tersebut telah mengungkapkan rencana untuk membuka kembali perbatasannya bagi wisatawan pada bulan November dan memungkinkan warga negara dan penduduk tetap untuk bepergian ke luar negeri.

Menurut pemerintah, pembukaan perbatasan diperkirakan akan dibuka pada saat Natal ketika setidaknya 80 persen dari populasi akan divaksinasi. Setidaknya 55 persen dari populasi sepenuhnya divaksinasi dan sebagian besar Australia diperkirakan akan mencapai 70 persen pada bulan November.

"Australia siap untuk mengambil langkah selanjutnya untuk membuka kembali dunia dengan aman," ungkap Perdana Menteri Australia Scott Morrison seperti dilansir dari laman Lonely Planet.

Fase pertama pembukaan kembali perbatasan pada November akan memungkinkan warga negara dan penduduk tetap untuk melakukan perjalanan internasional, asalkan mereka karantina sekembalinya dari negara tersebut. Orang yang divaksinasi sepenuhnya diharuskan mengkarantina di rumah selama tujuh hari, sementara orang yang tidak divaksinasi harus dikarantina di hotel yang ditunjuk pemerintah selama 14 hari.

Fase kedua akan memungkinkan pengunjung asing untuk melakukan perjalanan ke Australia tetapi belum ada batas waktu yang ditetapkan untuk fase itu.

Berita itu muncul menjelang peluncuran paspor vaksin Australia untuk perjalanan internasional pada pertengahan Oktober. Mirip dengan sertifikat Covid-19 digital miliki Uni Eropa, paspor akan memeriksa status Covid-19 bagi pemegangnya. 

Dalam hal ini, syarat untuk masuk ke Australia harus sudah vaksin yang diakui seperti Pfizer, Moderna, AstraZeneca atau Johnson & Johnson.

Sementara itu, beberapa negara bagian seperti Victoria dan New South Wales, akan memperkenalkan paspor vaksin sebagai alat untuk memudahkan beberapa langkah selama pembatasan yang ketat di seluruh negara bagian. 

Paspor vaksin tersebut akan memungkinkan orang yang divaksinasi untuk mengakses daerah dalam ruangan berisiko tinggi di mana virus Corona dapat dengan mudah menyebar, seperti restoran, bar, dan fasilitas perawatan. Program percontohan dua minggu akan beroperasi di  New South Wales mulai 6 Oktober. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Asops Kasad Mayjen TNI Ainurrahman Periksa Kesiapan Operasi Yonif Raider 514 Kostrad

Rabu, 06 Juli 2022 - 04:30 WIB

Asops Kasad Mayjen TNI Ainurrahman Periksa Kesiapan Operasi Yonif Raider 514 Kostrad

Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Mayjen TNI Ainurrahman didampingi oleh Asisten Operasi Kaskostrad, Brigjen TNI Primadi Saiful Sulun, Irdivif 2 Kostrad Brigjen TNI Bahram, Danbrigif…

Satgas Pamtas Yonif 12KC Bantu Warga Distrik Senggi Papua Panen Padi

Rabu, 06 Juli 2022 - 04:00 WIB

Satgas Pamtas Yonif 12KC Bantu Warga Distrik Senggi Papua Panen Padi

Mendukung ketahanan pangan di perbatasan, Satgas Pamtas Yonif 126/KC Pos Batom membantu masyarakat memanen padi di Kampung Batom, Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Mata uang Rupiah (Foto Ist)

Selasa, 05 Juli 2022 - 23:40 WIB

Satgas BLBI Diharapkan Optimalkan Hak Tagih

Pengamat Kebijakan Publik, Lutfi Hakim menyatakan, akuntabilitas kerja satgas adalah hak publik, hal itu lantaran baillout bank-bank jaman itu merupakan tanggungan negara yang dampaknya masih…

Nasabah ASABRI

Selasa, 05 Juli 2022 - 21:47 WIB

Peserta Pensiun Lapor SPTB via ASABRI Mobile

PT ASABRI (Persero) adalah BUMN yang mengelola asuransi sosial Prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri, yang menjalankan programnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun…

Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA.

Selasa, 05 Juli 2022 - 20:19 WIB

BAZNAS: Potensi Ekonomi Kurban 2022 Capai Rp31,6 Triliun

Jakarta-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyebutkan potensi ekonomi kurban tahun 2022 mencapai Rp31,6 triliun, atau meningkat 74 persen dari potensi tahun 2021.