INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pada malam ke-21 Bulan Ramadhan, Masjid Istiqlal akan menggelar Qiyamul-Lail atau yang disebut juga beribadah pada malam hari. Selama bulan Ramadhan banyak sekali Jamaah yang mengikuti Qiyamul-Lail sekaligus Itikaf bersama di Masjid Istiqlal.

"Kalau Iktikaf di sini dimulai pada malam ke-21, atau pada 10 malam terakhir di Bulan Ramadhan. Kita mulai dari jam 01:00 WIB hingga jam 03:00 atau 03:30 WIB," ujar H. Muhammad Wahyono K, S.Ag selaku Ketua Panitia Amaliyah Ramadhan Masjid Istiqlal, kepada Industry, Senin sore (29/5/2017).

Ia mengatakan, selama Itikaf kegiatan lainnya diisi dengan tausiah, salat malam, yang diikuti dengan salat witir dan tahajud juga.

"Selama Itikaf, akan di Imami oleh dua orang kita punya tujuh Imam dan kita mempunyai kriterianya tersendiri. Kita pilih Imam yang terbaik, salah satunya harus Hafiz Al-Qur'an 30 Juz. Untuk rakaatnya salat malam berjumlah 11 termasuk Salat Witir," tambahnya.

Alhamdulillah, tambah Dia, selama ini Jamaah yang mengikuti Iktikaf banyak, yang biasanya mengikuti dari salat tarawih. Kebanyakan yang mengikuti Iktikaf biasanya dari berbagai komunitas yang paham tentang agama, atau juga banyak keluarga, bersama anak dan istrinya.

"Jamaah paling jauh dari Depok, kebanyakan sekitaran Jakarta saja, tapi kalau dari Jawa sih paling ngga banyak satu atau dua orang aja mungkin," sambungnya Wahyono.

Selama Ramadhan, pihaknya menyediakan 3.500 box makanan untuk berbuka puasa pada hari Senin hingga Kamis, sedangkan pada hari Jumat hingga Minggu, menyediakan 4.500 box untuk yang berbuka puasa di Masjid. Namun, untuk yang mengikuti itikaf semalam tidak mendapatkan santapan sahur.

Suasana di Masjid Istiqlal, Jakarta (Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

"Biasanya, pada malam ganji banyak Jamaah yang mengikuti Iktikaf dibandingkan malam genap. Dikarenakan ada keyakaninan di malam ganjil lebih afdol dan lebih baik," pungkasnya Wahyono.