INDUSTRY.co.id-Pandeglang – Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) bersama PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk resmikan program Rumah Harapan untuk para mantan penganut Islam Hakekok Balakasuta yang berada di Kp. Pamukiman Desa Karang Bolong, Kec. Cigeulis, Kab. Pandeglang - Banten.
Pembangunan Rumah Harapan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab dari BMM dan Bank Muamalat dalam mengentaskan rawan akidah dan penyimpangan terhadap ajaran agama Islam di pelosok Indonesia.
Penyimpangan akidah yang terjadi disinyalir karena lokasi tempat tinggal mereka yang terpisah dan jauh dari pemukiman warga setempat, sehingga sulit untuk terpantau aktivitasnya.
Program kolaborasi antara BMM dan Bank Muamalat ini juga turut didukung oleh sejumlah pihak diantaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Tokoh Agama Banten, KH. Abuya Muhtadi Al-Bantani, yang dalam hal ini memberikan pembinaan di Pesantren Cidahu dengan tujuan membantu korban penyimpangan kepercayaan Hakekok Balakasuta kembali kepada akidah dan syari’at Islam yang benar.
Alhamdulillah, kini mereka telah meninggalkan ajaran aliran tersebut dan siap berpindah ke rumah baru di lokasi dekat pemukiman warga sebagai langkah awal baru menata kehidupan yang lebih baik.
Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, program Rumah Harapan ini adalah implementasi dari hakikat pendirian bank syariah dimana bank tidak hanya sekadar mencari keuntungan melainkan dapat memberikan manfaat bagi sesama muslim.
“Kami sangat bahagia akhirnya program ini dapat berjalan dengan baik. Mudah-mudahan rumah yang telah dibangun memberikan manfaat bagi penerimanya. Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang membantu program ini khususnya para muzakki. Insya Allah ini akan menjadi catatan amal ibadah kita bersama,” ujarnya.
Direktur Eksekutif BMM Novi Wardi mengungkapkan, sebanyak enam KK atau enam rumah telah dibangun dengan total bantuan senilai Rp322.940.000,- yang digulirkan untuk program Rumah Harapan yang merupakan kontribusi dari Bank Muamalat dan donatur/muzakki setia BMM.
“Alhamdulillah, di tengah kondisi sulit akibat pandemi covid-19 ini ditambah dengan adanya permasalahan penyimpangan ajaran agama Islam yang dianut masyarakat, BMM bersama Bank Muamalat dan OJK serta tokoh agama saling bergandengan tangan dalam memfasilitasi kebaikan untuk memenuhi kebutuhan dasar mantan penganut ajaran Islam Hakekok Balakasuta ini melalui pembangunan Rumah Harapan,” ungkap pria yang akrab disapa Novwar tersebut.
“Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang membantu, terutama para donatur dan muzaki BMM, terkhusus kepada Bank Muamalat yang memiliki semangat yang sama dalam pengentasan rawan akidah di Indonesia. Semoga dengan adanya program Rumah Harapan, mantan penganut aliran Islam Hakekok Balakasuta dapat tercukupi kebutuhan dasarnya dalam bentuk tempat tinggal untuk selanjutnya menata kembali kehidupan yang baik dan benar sesuai dengan ajaran dan tuntunan agama Islam yang sesungguhnya serta dapat berinteraksi dengan warga setempat sehingga bisa terhindar dari potensi penyimpangan aliran kepercayaan,’’ tutupnya.
Karim, salah seorang penerima manfaat program Rumah Harapan turut mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan, “Terima kasih kepada BMM, Bank Muamalat, dan donatur semua yang sudah memberikan rumah kepada kami. Semoga rumah ini menjadi barokah bagi kami dan yang memberikan rumah kepada kami mendapat barokah dari Allah SWT.”