Berpotensi Hemat Hingga Rp4 Miliar Setahun, Pertamina Targetkan 5000 SPBU Pasang PLTS Atap

Oleh : Hariyanto | Rabu, 15 September 2021 - 10:42 WIB

Ilustrasi PLTS
Ilustrasi PLTS

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pertamina menargetkan pemasangan PLTS di 5000 SPBU yang berpotensi menghemat sebesar total Rp4 miliar dalam setahun untuk keseluruhan SPBU tersebut yang dihasilkan dari penghematan biaya tagihan listrik. Pemasangan PLTS tersebut akan dilakukan oleh Pertamina NRE sebagai subholding Pertamina.

Transisi energi yang sedang dilakukan Pertamina tampak pada wajah SPBU Pertamina yang baru. Green Energy Station, konsep baru SPBU Pertamina, menyediakan layanan secara terintegrasi dan lebih ramah lingkungan kepada konsumen. Salah satu yang terlihat berbeda pada GES adalah penggunaan PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik.

“Pertamina mendukung upaya pencapaian net zero emission. SPBU yang selama ini hanya dikenal sebagai tempat untuk mengisi BBM menjadi lebih ramah lingkungan dengan konsep GES, di mana kebutuhan listriknya dipenuhi dengan PLTS serta menyediakan layanan untuk gaya hidup konsumen yang lebih ramah lingkungan. Pemasangan PLTS di 5.000  SPBU diperkirakan berpotensi menurunkan emisi sebesar 34 ribu ton CO2 per tahun,” ungkap Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro yang dikutip INDUSTRY.co.id, Rabu (15/9/2021).

Tidak hanya dekarbonisasi, penggunaan PLTS berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi pemilik SPBU sampai dengan Rp1 juta per bulan yang berasal dari penghematan biaya tagihan listrik. Apabila sebanyak 5.000 SPBU memasang PLTS dengan kapasitas 5 KWp, maka total potensi penghematan yang dihasilkan sekitar Rp 4 milyar dalam setahun.

PLTS yang dipasang di SPBU adalah PLTS Atap dengan sistem on grid, di mana PLTS terintegrasi dengan jaringan penyedia listrik sebagai tempat penyimpanan energi yang dihasilkan dari panas matahari. Hal ini untuk meningkatkan fleksibilitas dan berbagi peran sebagai cadangan pasokan listrik. Dibandingkan dengan sistem off grid, PLTS sistem on grid menggunakan teknologi yang lebih sederhana sehingga biaya pemasangan juga lebih kompetitif. 

Hasil riset yang dilakukan oleh BloombergNEF menunjukkan bahwa pada rentang waktu 2010 sampai dengan 2020, biaya investasi PLTS turun drastis hingga 90 persen. Dengan semakin berkembangnya teknologi serta meningkatnya skala ekonomi, diproyeksikan biaya pemasangan PLTS akan menjadi kompetitif dibandingkan dengan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil. 

Bukan hanya itu, pengoperasian dan perawatan PLTS Atap relatif mudah. Untuk perawatan, panel surya hanya perlu dibersihkan minimal setiap 6 bulan sekali agar terhindar dari kotoran dan jamur. Aspek HSSE menjadi prioritas utama dalam bisnis Pertamina sehingga proses konstruksi PLTS dipastikan aman.

“Keamanan dan kenyamanan konsumen sangat kami perhatikan. HSSE Golden Rules sudah menjadi budaya di Pertamina, di mana aspek keamanan dan keselamatan tidak akan lepas dari setiap aktivitas operasi kami, sehingga konsumen tidak perlu khawatir,” tambah Dannif.

Hal menarik lainnya dari PLTS Atap adalah tampilan panel surya yang futuristik dapat memberikan fungsi dekoratif pada atap SPBU. Di beberapa negara dengan pemanfaatan PLTS yang sudah lebih maju, produk panel surya yang dihasilkan produsen tidak hanya memberikan manfaat fungsional tapi juga lebih bervariasi dengan beberapa pilihan warna yang menambah manfaat dekoratif pada atap bangunan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:53 WIB

Sah! Jokowi Lantik 17 Dubes Baru RI, Ada Nama Mantan Bos Kadin Hingga Jubir Presiden

Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara resmi melantik 17 duta besar baru RI untuk 34 negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management,

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:42 WIB

Surplus Neraca Perdagangan RI Perkuat Perekonomian Indonesia dan Kepercayaan Investor Asing

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesiakembali surplus US$ 4,37 miliar pada September 2021, sehingga secara akumulatif sembilan bulan tahun ini mencapai surplus sebesar…

Ilustrasi Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM)

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:40 WIB

Kemenkop UKM Diminta Komisi VI Evaluasi Penyaluran BPUM, Enggak Tepat Sasaran?

Anggota Komisi VI DPR RI Haeny Relawati Rini Widyastuti berharap agar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) dapat menyalurkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM)…

Anggota Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:31 WIB

Penumpang Pesawat Wajib PCR, DPR Cantik Ini Geleng-geleng! Makin Susut Covid-19 Kok Aturannya Makin Ribet

Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sati menyoroti soal kebijakan pemerintah yang mewajibkan tes PCR bagi penumpang pesawat.  Padahal diketahui sebelumnya syarat perjalanan udara cukup hasil tes…

Ilustrasi Foto ATM Bank Banten di Lebak

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:25 WIB

Dukung Bulan Inklusi Keuangan, Bank Banten Hadirkan ATM Bagi Warga Baduy

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten / BEKS) mendukung penuh penyelenggaraan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021 sepanjang Oktober ini dengan menghadirkan ATM bagi masyarakat Baduy…