INDUSTRY co.idIsrael akan mengizinkan kelompok wisata asing kecil dari negara-negara terpilih untuk berkunjung mulai 19 September di bawah program percontohan untuk memulai pariwisata. 

Dilansir dari CNN Travel, Selasa (7/9/2021), Israel hanya memperbolehkan kelompok wisata antara lima hingga 30 orang yang berasal dari negara daftar hijau,  kuning,  dan oranye. Mereka yang diperbolehkan pun adalah kelompok yang telah divaksinasi penuh Covid-19, kata Kementerian Pariwisata Israel. 

Sementara yang masih dilarang berkunjung ke Israel adalah wisatawan individu. Peraturan tersebut diberlakukan sejak awal pandemi virus Corona pada Maret 2020, kecuali bagi mereka yang akan mengunjungi keluarga.  

Pada Mei, di tengah penurunan infeksi Covid-19, Israel mengizinkan rombongan wisatawan tur kecil. Lebih dari 2.000 pengunjung tiba, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa. Sehingga, ini meningkatkan harapan pemulihan dalam industri pariwisata yang terpukul oleh pandemi. 

Tetapi inisiatif itu dihentikan pada bulan Agustus ketika varian Delta menyebar, yang menyebabkan lonjakan infeksi Covid-19 di Israel. 

Menurut Kementerian Pariwisata Israel, yang dilarang masuk ke Israel adalah wisatawan yang berasal dari daftar merah seperti Bulgaria,  Brasil, Meksiko,  dan juga Turki.  

Selain itu adapun beberapa persyaratan lainnya seperti,  wisatawan asing harus menunjukkan bukti bahwa mereka telah menerima dosis kedua vaksin Covid-19 dalam enam bulan terakhir atau suntikan booster agar memenuhi syarat untuk masuk.

Para wisatawan juga harus menunjukkan tes PCR negatif, yang dilakukan hingga 72 jam sebelum kedatangan, dan akan menjalani tes serologis begitu mereka mendarat di Bandara Ben Gurion Tel Aviv. 

Kementerian mengatakan bahwa, tidak ada satu pun kasus Corona yang diidentifikasi di antara kelompok-kelompok yang masuk setelah pembatasan dilonggarkan pada Mei. Kami pun juga berharap wisatawan individu akan diizinkan untuk berkunjung dalam waktu dekat. 

"Ini semua tergantung pada tingkat morbiditas di Israel dan di seluruh dunia," jelasnya.  

Israel melaporkan hampir 5.000 kasus baru virus corona pada 4 September, turun dari pandemi tertinggi 11.201 yang dilaporkan dua hari sebelumnya. 

Dari populasi Israel yang berjumlah 9,3 juta, 5,5 juta telah menerima suntikan kedua dan 2,5 juta lainnya telah menerima dosis ketiga vaksin Pfizer/BioNTech Covid-19.