INDUSTRY.co.id - Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali mengharapkan adanya lonjakan wisatawan India ke Pulau Dewata, setelah maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia membuka penerbangan perdana Jakarta-Mumbai.
Ketua Asita Bali, Ketut Ardana dihubungi Antara di Denpasar, Senin (12/12) mengatakan bahwa maskapai penerbangan harus memanfaatkan peluang dengan membuka rute-rute baru ke sejumlah destinasi dengan memperhatian negara-negara yang memiliki tingkat "outbound" atau bepergian yang tinggi.
Ia mengapresiasi adanya rute baru yang dibuka maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia ke Mumbai, India, sehingga membuka peluang lebih besar kunjungan wisatawan asal negeri yang terkenal dengan ikon Taj Mahal tersebut.
Maskapai penerbangan BUMN itu terbang ke kota bisnis tersebut dengan terlebih dahulu transit di Bangkok, Thailand.
Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat kunjungan wisatawan India ke Bali selama sembilan bulan periode Januari hingga September 2016 mencapai 130.012 orang atau naik 59,5 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 81.496 orang.
India dan Bali memiliki persamaan budaya yang bernafaskan Hindu sehingga hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan tersebut untuk berkunjung ke Pulau Dewata.
Total wisman yang berkunjung ke Bali selama Januari hingga September 2016 mencapai 3.639.550 orang atau naik 21 persen jika dibandingkan periode sama tahun 2015 yang mencapai 2.990.813 orang.
Sementara itu Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo mengungkapkan, wisatawan India yang datang ke Indonesia pada 2015 IaIu mencapai 270.000 orang, dan pada akhir 2016 ini telah mencapai 350.000 orang.
"Dengan jumlah wisatawan India yang terus meningkat di setiap tahunnya, kami yakin Mumbai merupakan pasar yang prospektif bagi kami," kata Arif di Mumbai India Senin (12/12)
Arif menambahkan dengan dilayaninya penerbangan Jakarta Mumbai vv(via Bangkok) tersebut maka diharapkan dapat memperkuat konektivitas penerbangan antara Indonesia dan India sehingga pengguna jasa dapat leluasa memilih beragam pilihan layanan penerbangan ke beberapa kota besar di Indonesia, khususnya ke Jakarta, Denpasar, Surabaya dan Medan.
Kini masyarakat di India dapat dengan mudah untuk mengakses penerbangan ke Indonesia melalui kota Jakarta, dengan waktu transit yang begitu singkat di Bangkok," kata Arif.(Hrb)