INDUSTRY.co.id - Manado- Kementerian Perindustrian(Kemenperin) memfasilitasi industri kecil menengah (IKM) Sulawesi Utara (Sulut) agar menggunakan e-smart dalam memasarkan hasil produksinya.

"Pemerintah menargetkan sebanyak 50 IKM Sulut memasarkan produksinya melalui e-smart," kata Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan IKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Alwy Pontoh di Manado, Kamis (25/5/2017).

Dia mengatakan 50 IKM tersebut akan dipilih, dari sekian ribu IKM di Sulut, mana yang berkualitas dan layak dipasarkan.

"Kami akan melihat produk yang dihasilkan IKM di 15 kabupaten dan kota di Sulut," katanya.

Alwy menjelaskan produk IKM Sulut, sebenarnya sudah cukup baik dan berkualitas, namun masih terkendala di kemasan yang belum baik.

Juga, katanya, produksi yang masih kecil, dan jika ada permintaan dalam jumlah besar, terkadang belum bisa dipenuhi.

Program e-smart, katanya, sudah menjadi tuntutan zaman, jika tidak dikembangkan dari sekarang IKM di Indonesia akan ketinggalan dan mungkin menjadi tamu di rumah sendiri dalam menghadapi persaingan bebas saat ini.

Program ini, katanya, akan memanfaatkan platform digital melalui kerja sama dengan perusahaan startup di Indonesia.

"E-smart IKM perlu dikembangkan agar kita dapat menjadi showcase produk sendiri, bukan hanya menjadi reseller (penjual ulang) produk negara lain," jelasnya.

Pemerintah juga akan memfasilitasi pelaku IKM untuk menjalin kerja sama dengan e-commerce di dalam negeri seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Blibli.

Sasaran sektor IKM yang dikembangkan melalui program e-smart, antara lain IKM kosmetika, logam, kerajinan, fashion, makanan dan minuman, perhiasan, produk kulit, furniture, herbal, komponen, tekstil, permesinan, semen, pupuk, serta elektronika.(Ant)