INDUSTRY.co.id - Jakarta- Tak hanya dari sisi pembangunan, setelah dioperasikan pun, Hutama Karya berkomitmen untuk mengutamakan aspek lingkungan, salah satunya dengan selalu mengimbangi pengelolaan infrastruktur yang optimal dengan mendukung kelestarian alam lingkungan sekitar.

Advertisement

Salah satunya yakni dengan membangun Underpass Perlintasan Gajah (UPG) yang berada di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Pekanbaru – Dumai (Permai). Sebagai salah satu pelopor jalan tol dengan perlintasan gajah pertama yang ada di Indonesia, Hutama Karya berharap dengan dibangunnya UPG tersebut dapat mempertahankan ekosistem hewan yang ada di sekitar JTTS khususnya hewan Gajah yang habitatnya berada di sekitar JTTS Ruas Permai.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro menuturkan bahwa Hutama Karya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) juga melakukan penanaman pakan gajah di sekitar area hutan PT Kojo seluas lima hektar yang berada di sekitar JTTS Ruas Permai demi memastikan ketersedian pakan untuk gajah yang berada di sekitarnya.

Advertisement

Tak hanya penanaman pohon untuk pakan gajah, Hutama Karya selaku pengelola JTTS juga secara rutin melakukan kegiatan penanaman pohon di seluruh ruas tol dan rest area yang di kelola pada setiap peringatan yang berhubungan dengan lingkungan.

“Salah satunya yakni pada hari Selasa (10/8) lalu, secara serentak dilakukan penanaman pohon di seluruh ruas tol operasi dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional. Pohon yang ditanam disekitar jalan tol tersebut juga berfungsi menyerap air yang dapat menjadi pencegah banjir ataupun longsor. Kegiatan penanaman pohon tersebut juga sebelumnya telah dilakukan pada Hari Keanekaragaman Hayati, Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari PenanggulanganDegradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia dan Hari Populasi Dunia,” jelas Koentjoro.

Advertisement

Selain itu, dari sisi pemeliharaan, Hutama Karya juga selalu memperhatikan keselarasan lingkungan yang ada, salah satunya dengan dengan mengidentifikasi daerah timbunan, sungaisungai yang ada di sekitar ruas dan struktur tanah untuk mengantisipasi terjadinya longsor ataupun banjir. Hutama Karya juga telah membuat penampang saluran seperti Box Culvert.

Box Culvert merupakan salah satu jenis beton precast yang sering digunakan pada konstruksi saluran air yang biasanya berfungsi sebagai saluran air atau drainase. Perlebaran dan pemeliharaan penampang saluran tersebut juga secara rutin dilakukan agar mengantisipasi terjadinya banjir di jalan tol. Hutama Karya juga telah mempersiapkan tim rescue dan pompa portable/submersible apabila terjadinya banjir di jalan tol yang dikelola.

Advertisement

Dengan segala strategi dan upaya yang dilakukan oleh Hutama Karya, dari sisi pemeliharaanjalan tol tersebut, belum pernah ditemukan kejadian banjir ataupun longsor yang berarti di JTTS.