Kemenperin Apresiasi Industri Pulp dan Kertas Sumbang 85,8 Ton Oksigen Cair untuk Pemrov Jawa Barat

Oleh : Ridwan | Kamis, 29 Juli 2021 - 08:00 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika pada acara penerimaan bantuan empat ISO Tank oksigen cair dengan total volume 85,8 ton dari industri pulp dan kertas di pelataran Gedung Sate Bandung, Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika pada acara penerimaan bantuan empat ISO Tank oksigen cair dengan total volume 85,8 ton dari industri pulp dan kertas di pelataran Gedung Sate Bandung, Jawa Barat

INDUSTRY.co.id - Bandung - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri dalam negeri agar mengoptimalkan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan gas oksigen nasional bagi penanganan pasien Covid-19 yang akhir-akhir ini permintaanya terus meningkat. 

Upaya tersebut di antaranya dilakukan dengan mengeluarkan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 2 tahun 2021, tentang partisipasi industri dalam upaya percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19

"Dengan demikian diharapkan kebutuhan oksigen medis secara nasional dapat terpenuhi secara maksimal," kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika saat mewakili Menteri Perindutrian pada acara penerimaan bantuan empat ISO Tank oksigen cair dengan total volume 85,8 ton dari industri pulp dan kertas di pelataran Gedung Sate Bandung, Jawa Barat (28/7).

Adapun sejumlah industri pulp dan kertas yang turut menyumbangkan oksigen medis tersebut antara lain, PT OKI Pulp & Paper Mills, PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry (Sinar Mas Group) serta Tanoto Foundation dan mitra perusahaan April Group, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP).

Donasi oksigen industri pulp dan kertas dengan mengoptimalkan fasilitas oksigen plant yang sebelumnya hanya untuk proses bleaching pulp, maka dalam masa pandemic ini juga digunakan memproduksi oksigen untuk keperluan medis. 

Industri yang tergabung dalam Sinar Mas Group hingga saat ini telah mendonasikan tidak kurang dari 600 ton oksigen dan berkomitmen untuk mendonasikan sampai 1.200 ton per bulan sampai dengan masa pandemic berakhir. 

Total oksigen dari industri pulp dan kertas yang telah diterima Jawa Barat sampai dengan Rabu (28/7/2021) sebesar 199,2 ton baik dari PT. Riau Andalan Pulp and Paper (Tanoto Fondation) sebesar 113,4 ton serta melalui PT OKI Pulp & Paper Mills (Sinar Mas Group). Jawa Barat mendapatkan 85,8 ton oksigen cair dalam empat iso tank yang sudah mulai didistribusikan ke pengisian filling station.

Menurut Putu, langkah perusahaan ini (APP Sinar Mas dan Tanoto Foundation) merupakan perwujudan dari terbitnya Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 1 Tahun 2021 tentang Produk Oksigen sebagai Komoditas Strategis Industri dalam Masa Covid-19 serta surat edaran Menteri Perindustrian Nomor 2 tahun 2021 tentang partisipasi industri dalam upaya percepatan penanganan dan pengendalian pandemi corona virus disease (COVID-19).

Atas nama Kementerian Perindustrian, Putu Juli sangat berterima kasih atas dukungan dari APP Sinar Mas dan Tanoto Fondation yang sigap memberikan bantuan kemanusiaan khususnya untuk masyarakat Jawa Barat pada hari ini. 

"Pemerintah tidak dapat menangani pandemi ini sendiri, perlu kolaborasi dan bergotong royong dengan semua pihak termasuk dari korporasi, bantuan tersebut terlaksana berkat kolaborasi dan komunikasi yang apik dengan berbagai pihak," terangnya.

Selain untuk Jawa Barat, Provinsi lain yang telah mendapatkan bantuan oksigen medis dari industri pulp dan kertas diantaranya DKI Jakarta, Banten, Jambi, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Propinsi Daerah Istimewah Yogjakarta. 

Putu menyampaikan, dalam upaya memenuhi kebutuhan oksigen nasional, saat ini utilitas produksi oksigen hampir mencapai batas maksimal. Saat ini untuk gas industri produksi yang biasanya 75 persen sekarang sudah mendekati 100 persen.

"Dari kapasitas 1.000 ton per bulan itu sekarang dari data kami hampir 400 ton, jadi ada kapasitas yang bisa dimanfaatkan," terangnya. 

Ia menambahkan, Kemenperin juga telah mengamankan tambahan produksi oksigen dan pengadaan isotank guna mengatasi masalah pengiriman oksigen medis dari industri ke rumah sakit, serta penyediaan tabung oksigen dan oxygen concentrator/generator. 

"Sekarang kita bagaimana menyiapkan isotank-nya dan perusahaan produsen oksigen komit membantu sampai pandemi ini selesai," tandasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Maybank Indonesia Hadirkan Solusi untuk Wujudkan Properti Idaman Melalui Pembiayaan Properti iB

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:38 WIB

Terungkap Cara Maybank Indonesia Wujudkan Properti Idaman Melalui Pembiayaan Properti iB

Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (Maybank Indonesia atau Bank) melalui Unit Usaha Syariah (UUS) Maybank menggiatkan kembali produk pembiayaan properti yang ditujukan bagi seluruh…

Peresmian PLTGU di Kawasan Industri Tenayan Riau

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:38 WIB

PLTGU di Kawasan Industri Tenayan Riau Beroperasi, Daya Kelistrikan Sumatera Bakal Naik Jadi 7.266 MW

Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau berkapasitas 275 megawatt (MW) yang berlokasi di Kawasan Industri Tenayan, Pekanbaru, Riau telah diresmikan pada Kamis (12/5/2022).

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:21 WIB

Jasindo Catat Pertumbuhan Asuransi Tani di Jateng dan Jatim

Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo mencatat pertumbuhan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di kuartal 1 tahun 2022.

Ilustrasi kesehatan perempuan dan anak. (Foto: WHO)

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:18 WIB

Duh Mengerikan! Kemenkes Temukan 18 Orang Dugaan Kasus Hepatitis Akut

Jakarta-Kementerian Kesehatan melaporkan telah menemukan dugaan kasus Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya kepada 18 orang.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:10 WIB

Menteri Teten Identifikasi Koperasi yang Siap Produksi Minyak Goreng

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki terus mengidentifikasi koperasi-koperasi yang memungkinkan untuk memproduksi minyak goreng sehingga setidaknya bisa memberikan alternatif pasokan…