Dahsyat! Laba Bersih Saraswanti Anugerah Makmur (SAMF) Tumbuh 19%

Oleh : Kormen Barus | Rabu, 28 Juli 2021 - 07:33 WIB

PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) mampu mengantongi laba bersih Rp54,65 miliar per akhir Juni 2021.
PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) mampu mengantongi laba bersih Rp54,65 miliar per akhir Juni 2021.

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) mampu mengantongi laba bersih Rp54,65 miliar per akhir Juni 2021. Angka itu naik sekitar 19% dibandingkan dengan periode sama 2020 yang sekitar Rp45,53 miliar.

Mengutip laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan Rabu (28/7/2021) terlihat bahwa torehan semester I-2021 tersebut tak terlepas dari kemampuan mengerek pendapatan sebesar 14%. Bila pada semester I-2020 pendapatan produsen pupuk NPK itu sebesar Rp623,86 miliar, kini tercatat Rp711,88 miliar.

“Penjualan kami bertumbuh sekalipun di tengah pandemi Covid-19. Hal itu mengingat sektor pupuk masih sangat prospektif dan tetap beroperasi di tengah pandemi,” ujar Direktur Utama SAMF, Yahya Taufik ketika dihubungi per telepon mengomentari kinerja semester I-2021, Rabu pagi (28/7/2021).

Mengutip Instruksi Mendagri No 24 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, industri pupuk dan petrokimia termasuk sektor kritikal. Untuk sektor kritikal, dapat beroperasi 100% maksimal staf, hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25% persen maksimal staf work from office (WFO).

Dia mengatakan, aktifitas di perkebunan tetap berjalan, begitu juga aktifitas produksi pupuk di pabrik. Tentu, laju penjualan guna memenuhi pasar pun terus bergulir.

“Karena itu, kinerja kami tetap inline seperti yang sudah kami sampaikan dalam paparan publik beberapa waktu lalu. Di sisi lain, kami juga berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga kehidupan dan kegiatan masyarakat kembali seperti sediakala,” ujar Yahya.

Yahya mengaku, pihaknya optimistis mampu mencapai target tahun 2021. “Karena pasar pupuk di Indonesia masih sangat prospektif, apalagi saat ini harga sawit juga sedang bagus,” papar dia.

Sementara itu, mengutip laporan keuangan perseroan per akhir Juni 2021, terlihat bahwa jumlah aset Saraswanti meningkat dibandingkan periode sama 2020, yakni dari Rp1,34 triliun menjadi Rp1,43 triliun. Sedangkan liabilitas perseroan saat ini sebesar Rp 681,79 miliar, naik tipis dari semula Rp558,30 miliar.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pendapatan Bersih tumbuh 106,23%, Segmen Penjualan Unit Alat Berat Tumbuh 135,49%

Senin, 16 Mei 2022 - 17:53 WIB

Dahsyat Tembus 295%, Pertumbuhan Laba Bersih KOBEX pada Triwulan I-2022

Jakarta – PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) penyedia alat berat terintegrasi, membukukan pencapaian positif pada tiga bulan pertama 2022.

Mantan Politikus Laksamana Sukardi Gandeng Harry Tjahjono Cegah Dampak Negatif Konten Youtube Pada Anak.

Senin, 16 Mei 2022 - 17:42 WIB

Mantan Politikus Laksamana Sukardi Gandeng Harry Tjahjono Cegah Dampak Negatif Konten Youtube Pada Anak.

Mantan politikus PDIP dan Menteri BUMN Kabinet Gotong Royong, Laksamana Sukardi (LS), menggandeng seniman Harry Tjahjono untuk membuat konten youtube ramah anak.

Destinasi Wisata Cicalengka Dreamland, Bandung, Jawa Barat ( Instagram/@pianpian)

Senin, 16 Mei 2022 - 17:30 WIB

Genjot Pariwisata, Bandung Harus Punya Ciri Khas Sebagai Kota Wisata

Salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut sejumlah tempat wisata yang ada di Ibu Kota Jawa Barat itu perlu memiliki ciri khas yang…

Petugas memeriksa kesehatan mulut Sapi

Senin, 16 Mei 2022 - 16:51 WIB

Untuk Kurban, HPDKI Persiapkan Ternaknya Aman dan Sehat dari PMK

Terkait dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa kabupaten di Jawa Timur dan di Aceh, Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) gerak cepat mengkoordinasikan seluruh…

Perancis Hapus Pajak Progresif, CPO Dalam Negeri Naik

Senin, 16 Mei 2022 - 16:50 WIB

Para pemangku Kelapa Sawit Desak Pemerintah Evaluasi Larangan CPO dan produk turunannya

Jakarta – Sejumlah indikator makro ekonomi Indonesia melemah pada periode April dan Mei tahun ini. Cadangan devisa nasional turun dan nilai tukar rupiah mulai melemah terhadap dolar AS.