INDUSTRY.co.id - Timun merupakan sayuran favorit bagi orang yang sedang melakukan gaya hidup sehat atau diet. Sayuran ini yang bisa diolah berbagai macam makanan seperti, salad ataupun smoothie. Timun memang cukup menyegarkan, karena mengandung vitamin K dan tinggi antioksidan. 

Dilansir dari laman Times of India, timun jika dikonsumsi secara berlebihan dan jumlah yang banyak dapat menyebabkan beberapa masalah perut. Kelebihan makan timun dapat membuat Kamu merasa kembung karena timun 95 persen berisi air. Sayuran ini juga merupakan sumber cucurbitin yang tinggi, dan memiliki sifat diuretik. 

Sehingga, jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan dapat menggangu keseimbangan elektrolit. Namun, jika dikonsumsi sewajarnya saja dapat membuat tubuh lebih terhidrasi. 

Selain itu, makan timun juga tidak boleh di malam hari. Kenapa? Sebab, timun di malam hari dapat menggangu proses pecernaan dan menggangu siklus tidur Kamu. Meskipun sarat dengan air, timun tidak mudah dicerna. Makanya, makan timun di malam hari tidak diperbolehkan. Timun membutuhkan waktu untuk mencerna setidaknya tiga sampai empat jam sebelum tidur. Inilah sebabnya mengapa selalu disarankan untuk makan malam ringan sekitar jam 7 malam untuk menjaga siklus tidur. 

Akan tetapi, jika Kamu mempunyai permasalahan pencernaan yang sensitif, ada baiknya tidak mengonsumsi timun di malam hari. Lebih baik, makan timun di siang hari. Kandungan cucurbitin pada timun (elemen diuretik) dapat memicu gangguan pencernaan pada beberapa orang.

Jadi, saran untuk memakan timun yakni mengonsuminya pada waktu yang tepat dan dalam jumlah yang wajar saja. Makan timun di siang hari dalam jumlah yang sedikit tidak dapat membahayakan tubuh dan membuatnya lebih terhidrasi serta meningkatkan kesehatan tulang dan membantu menurunkan berat badan.