INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri sistem tenaga surya di Indonesia saat ini mulai bergairah. Hal ini sejalan dengan target bauran energi pemerintah Indonesia di angka 23% pada tahun 2025.
Berbagai sektor pun perlahan telah melirik sumber energi baru terbarukan sebagai energi alternatif untuk kegiatan operasionalnya. Tak ketinggalan, sektor universitas kini pun mulai menorehkan langkahnya untuk menggunakan energi baru terbarukan dalam skala yang besar.
Dion Jefferson, Chief Commercial Officer SUN Energy mengatakan, selain sebagai solusi dalam upaya penghematan biaya energi untuk kebutuhan energi yang bisa mencapai hingga 30%, kampus memiliki peran mencetak lulusan yang kompetitif sesuai dengan tren bisnis di masa mendatang, salah satunya adalah industri energi baru terbarukan.
Akhir tahun 2020, lanjut Jefferson, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) meresmikan PLTS 1MWp Ground Mounted sebagai Laboratorium PLTS terbesar pertama di antara seluruh universitas di Indonesia. Langkah ini merupakan upaya nyata bagi lembaga Pendidikan untuk mendorong terciptanya ilmuwan atau ahli di energi baru terbarukan.
"SUN Energy sangat mendukung perguruan tinggi dan universitas serta lembaga pendidikan lain yang memiliki antusias tinggi untuk memiliki fasilitas PLTS dalam upaya menciptakan energi bersih dan ramah lingkungan di lingkungannya," kata Jefferson dalam wawancara eksklusif dengan media pada Jumat (28/5/2021).
Untuk membangun kesadaran penggunaan energi baru terbarukan, setiap bulannya SUN Energy melakukan diskusi secara virtual kepada lembaga Pendidikan dalam memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi.
Adapun beberapa daftar proyek PLTS SUN Energy di kawasan pendidikan pada tahun 2020 adalah di ITB dan UNDIP untuk melistrikibgedung perkuliahan menggunakan PLTS. Serta di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung.
PLTS di ITERA menempati lahan sekitar 1 hektar, dengankapasitas energi 1 MW dan menjadi PLTS terbesar di Indonesia yang berada di kawasan pendidikan. PLTS ini tidak hanya digunakan sebagai energi listrik gedung dan kegiatan perkuliahan, tetapi juga dimanfaatkan untuk laboratoirum PLTS, pusat penelitian terkait energi surya sehubungan ITERA akan memasukan PLTS sebagai program mata kuliah sehingga mencetak lulusan siap mengembangkan industri PLTS.
Sementara di tahun 2021, proyek PLTS SUN Energy di kawasan pendidikan adalah berada di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sebesar 500 kWp, untuk laboratorium dan gedung perkuliahan. Saat ini pembangunan sedang dikerjakan dan pada akhir tahun 2021 sudah bias digunakan untuk kebutuhan di ITN Malang.
Selain itu ada juga proyek SUN Energy yang kini sedang on going development diantaranya; 1 Universitas di Kalimantan, 2 Universitas di Jawa Timur, 1 Universitas di Bali, 2 Universitas di Jakarta, dan beberapa lokasi lainnya. Target energi yang dihasilkan adalah sebesar 15 MWp.
Selain instalasi PLTS, SUN Energy juga berkomitmen terlibat langsung dalam pengembangan kurikulum, laboratorium, dan penelitian mengenai energi surya yang dapat mendorong lahirnya ilmuwan-ilmuwan di bidang energi baru terbarukan agar Indonesia siap menghadapi tren bisnis atau industri di masa mendatang.
Kontribusi SUN Energy di sektor Pendidikan merupakan upaya mewujudkan energi bersih untuk menciptakan lingkungan yang layak bagi generasi yang akan datang.