INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah telah menugaskan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk menjual minyak goreng seharga Rp11.000/liter. Akan tetapi hal tersebut bukanya tanpa kendala.

Advertisement

Ketua Umum Aprindo, Roy Nicholas Mandey, mengaku kesulitan dalam mendapatkan pasokan minyak goreng. Padahal, Roy mengaku, Aprindo biasa menjual tiga komoditas sesuai HET, jika distributor mampu menyediakan pasokan.

"Masih ada kesulitan, khususnya minyak goreng," ujar Roy di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Advertisement

Ia mengaku hanya bisa menagih pasokan secara terus menerus kepada distributor supaya suplai dan demand bisa seimbang.

Bila pasokan tidak ada, Roy mengaku, peritel bisa merugi lantaran harus tetap menjual dengan harga yang sudah ditentukan. Kebutuhan minyak goreng rata-rata per bulannya sebanyak 11 juta liter, namun untuk lebaran pasokannya meningkat jadi 14 juta liter.

Advertisement

"Kebutuhan untuk lebaran 14 juta liter dari 11 juta liter per bulan (normal)," kata Roy.

Roy mengaku, distributor hanya mampu memasok 6 juta liter hingga Lebaran. Diharapkan, distributor berkomtimen untuk meningkatkan pasokan. "Mereka (distributor) bilang hanya mampu memasok 6 juta liter," kata Roy. (Hry/ inl)

Advertisement