INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah Jerman menyatakan komitmennya untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur hijau di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Manoarfa dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin.
"Total pendanaan nya mencapai 2,5 miliar euro. Nilai tersebut setara dengan Rp 42,5 triliun jika asumsi kurs Rp 17.000 per euro," katanya.
Menurutnya, dari total pendanaan 2,5 miliar euro ini, separuhnya akan dilakukan dengan skema G to G. Lalu selebihnya dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Lebih lanjut, Suharso mengatakan, komitmen pendanaan ini muncul dari kerja sama kedua negara dalam Green Infrastructure Initiative (GII). Kick off meering sudah dilakukan sejak 4 Maret 2021.
"Kerja ini mencakup sektor yang sangat penting," terang Suharaso.
Saat ini, kata Suharso, terdapat potensi proyek di dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (DRPLN-JM) atau Blue Book 2020-2024. Proyek ini akan dibiayai dengan GII senilai 476 juta euro
Lalu, ada juga proyeksi pemanfaatan pinjaman program selama lima tahun senilai 1 miliar euro. Sehingga, kata Suharso, masih tersedia ruang pemanfaatan senilai 1,02 miliar euro.
Bappenaas juga menyebut ada tiga sektor yang disepakati dalam kerja sama ini. Mulai dari pengelolaan air minum dan air limbah, transportasi perkotaan, dan pengelolaan sampah.