INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa berbagai indikator ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan hingga Maret 2021.
Tren pemulihan yang terus berlanjut tersebut menurutnya merupakan hasil kerja keras APBN.
Sejatinya, menurut Sri Mulyani perbaikan tersebut tercermin dari beberapa indikator, seperti neraca perdagangan yang kembali surplus (USD 3,97 miliar), bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan Januari dan Februari 2020 sebelum terjadi pandemi.
Kemudian kinerja ekspor yang juga membaik, hal ini karena dipengaruhi oleh tren harga komoditas yang mulai kembali meningkat.
Selain itu, sebutnya mobilitas masyarakat juga terus meningkat. Hal ini dapat terlihat dari mobilitas transportasi dan tempat perbelanjaan retail.
"Ini berarti, keyakinan konsumen terhadap perekonomian juga mengalami perbaikan," ungkap Sri Mulyani, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari APBN KiTa pada Rabu (24/3/2021).
Selain itu, dijelaskannya lebih lanjut, berbagai kebijakan, mulai dari perlindungan sosial, program stimulus kelas menengah, serta percepatan program vaksinasi, diharapkan akan semakin mempercepat pemulihan ekonomi.
"APBN hingga kini masih menjadi penggerak utama perekonomian," tegasnya.
"Per-Februari 2021, realisasi pendapatan negara mencapai Rp219,2 triliun (12,6% dari target)," sambungnya.
Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan bahwa sejumlah sektor juga berhasil tumbuh positif hingga saat ini, diantaranya yaitu industri pengolahan, pertambangan, serta informasi dan komunikasi.
Sementara kepabeaan dan cukai juga ikut menopang penerimaan negara dengan baik sebesar Rp 35,62 triliun atau tumbuh 42,11%.
"Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat Rp 37,3 triliun, belum tumbuh positif (-3.7%) namun sudah menunjukkan peningkatan dari bulan sebelumnya," ujarnya.
Selanjutnya, realisasi Belanja Negara (belanja pemerintah pusat dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp 282,7 triliun atau tumbuh positif 1,2%.
Kemudian, realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga sudah mencapai 10,9%.
"Ini menjadi awal yang baik untuk menggerakkan roda pemulihan ekonomi," imbuhnya.
Kemudian, agar kinerja baik ini dapat terus dijaga momentumnya, menurutnya, Pemerintah akan terus mengakselerasi program vaksinasi dan melanjutkan stimulus fiskal untuk mendukung pemulihan ekonomi sekaligus melakukan reformasi struktural untuk menjaga optimisme serta harapan bagi pemulihan kesehatan dan ekonomi masyarakat.
"Kami akan terus mengakselerasi program vaksinasi, dan berbagai stimulus juga akan terus dilanjutkan. Pemerintah juga akan menjaga disiplin kesehatan masyarakat dengan pembatasan mikro, 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) , serta 3T (Testing, Tracing, Treatment)!," tandas Sri Mulyani.