INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kemenkop dan UKM siap menfasilitasi startup (wirausaha pemula)  untuk lebih berkembang. Fasilitasi itu antara lain berupa hak cipta, ijin usaha yang semuanya gratis. Selain itu bagi stratup yang membutuhkan permoalan, Kemenkop dan UKM bissa menfasilitasi akses permodalan ke lembaga pembiayan seperti perbankan.

"Startup itu sebagian besar kan di diisi oleh generasi muda dengan dengan aset dibawah Rp 50 juta," kata Sekretaris Kemenkop dan UKM, Agus Muharram, usai pembukaan National Startup Center, di Jakarta Rabu (10/5).

Agus mengatakan, startup saat ini merupakan solusi alternatif dalam menekan angka pengangguran, karena keterbatasan lapangan pekerjaan baik di pemerintahan, BUMN maupun  swasta.  Apalagi penerimaan PNS kini dalam status moratorium kecuali untuk tenaga medis, kesehatan dan guru.

"Bagusnya, saat ini mulai ada kecenderungan Saat ini sebagian pelaku stratup juga menjadikan wirausaha pemula ini sebagai pilihan, karena tidak mau atau enggan bekerja di pemerintahan maupun perusahaan," ujarnya. Dan bisnis yang paling murah dan memungkinkan itu startup tadi, dibandingkan membuka lapangan kerja menggaji karyawan

Tantangan
Perkembangan startup di Indonesia bisa dibilang cukup tertinggal jika dibandingkan beberapa negara tetangga, seperti Singapura dan lainnya. Selain masalah daya saing produk belum kelarnya regulasi yang mengatur startup itu juga menjadi kendala tersendiri.“Selain itu, para pemilik startup ini rata-rata anak muda. Jadi mereka masih sulit untuk mendapatkan koneski ke perusahan-perusahaan besar,” ujarnya.

Meski demikian dirinya yakin startup milik Indonesia dapat bertahan melawan startup luar.“Kita kan punya keuntungan tersendiri untuk bersaing di Indonesia. Startup dalam negeri kan sudah tau tantangan dan seluk beluk pasar Indonesia. Pasti kita menanglah,” katanya dengan percaya diri.

“Di tambah lagi, para pemodal yang ingin mendanai startup lokal (Indonesia) juga semakin meningkat. Namun mereka masih cenderung memilih, kepada startup mana dia akan mengucurkan dananya.”katanya,
Oleh karena itu, dengan mengikuti inkubasi dan akselarasi di berbagai lembaga Startup Accelerator seperti National Syatyup Center ini, gus meyakini para startup di Indonesia pasti akan berkembang dengan cepat.