INDUSTRY.co.id - Jakarta, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih menandatangani perjanjian kerjasama pengembangan pasar industri kecildan menengah berbasis ekonomi digital dengan PT Metraplasa selaku pemilik situs Blanja.com. Tindakan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan kegiatan e-smart bagi para pelaku IKM.

Tindak lanjut dari perjanjian kerjasama ini adalah pelaksanaan workshop a-smart IKM yang direncanakan akan dilaksanakan di delapan lokasi di luar jawa, yakni, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Balikpapan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

"Kegiatan workshop ini dilakukan selain untuk mensosialisasikan kebijakan dan fasilitas untuk mendukung aktivitas usaha para pelaku IKM, juga untuk meningkatkan kemampuan para pelaku IKM dalam berbisnis melalui sarana e-commerce," ungkap Gati Wibawaningsih pada acara penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT Metraplasa di kator Kemenperin, Jakarta (8/5/2017).

Lebih lanjut Gati mengatakan, dari data penelitian Deloitte Access Economics, tercatat para pelaku UKM, dimana IKM didalamnya, lebih dari sepertiganya masih offline. Padahal pemanfaatan teknologi digital dapat memberikan keuntungan signifikan bagi para pelaku IKM, diantaranya kenaikan pendapatan hingga 80 persen, dan kemungkinan menjadi lebih inovatif sebesar 17 kali.

Gati juga menyampaikan, hingga tahun 2019 ditargetkan jumlah IKM yang tergabung dalam skema e-smart ini akan mencapai sekitar 10 ribu IKM dengan total jumlah produk sebnayk 30 ribu produk. Sedangkan di tahun 2017, ditargetkan jumlah IKM yang masuk ke dalam e-smart akan mencapai 1000 IKM dengan total produk sebanyak 3000 produk.

"untuk saat ini, kita prioritas ke-9 komoditi yaitu, kosmetik, herbal, perhiasan, makanan dan minuman, fashion, furniture, kerajinan, dan produk logam," terangnya.

Salam memperkuat kualitas produk-produk IKM, termasuk yang tergabung dalam e-smart, Kemenperin melalui Dirjen IKM akan melakukan serangkaian pembinaan bagi IKM melalui fasilitas penguatan sumber daya manusia dengan program kegiatan bimbingan teknis, pendampingan dan sertifikasi.

"Selain tiu, kami juga akan memberikan bantuan mesin dan peralatan, peningkatan kualitas produk, dan pengembangan pasar, penguatan sentra, peningkatan kemampuan unit pelayanan teknis, serta penumbuhan wirausaha baru IKM," tutup Gati.