PLTA Rajamandala Cianjur Berkapasitas 47 Mega Watt Turut Perkuat Sistem Interkoneksi Kelistrikan Jawa - Bali

Oleh : Hariyanto | Senin, 15 Februari 2021 - 20:34 WIB

PLTA Rajamandala Cianjur
PLTA Rajamandala Cianjur

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rajamandala berkapasitas 47 Mega Watt (MW) yang berlokasi di Cianjur, Jawa Barat menjadi salah satu wujud nyata komitmen PLN dalam mengoptimalkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Pembangkit ini digadang-gadang mampu memproduksi listrik mencapai 496 Mega Watt hour (MWh) per hari dan 181 Giga Watt hour (GWh) pertahun. 

Sejalan dengan pilar green dalam transformasinya, PLN terus berupaya meningkatkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Komitmen ini terwujud melalui salah satu anak usaha PLN, PT Indonesia Power (IP) dalam mengelola PLTA Rajamandala yangbtelah beroperasi sejak 2019 ini.

"PLTA Rajamandala hadir melalui kerjasama antara Anak Perusahaan PLN yaitu IP dengan kepemilikan saham sebesar 51% dan Kansai Electric Power Corp Japan (KEPCO) sebesar 49% yang menjadi PT Rajamandala Electric Power," kata Direktur Utama Indonesia Power, M. Ahsin Sidqi dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (15/2/2021).

Ahsin menjelaskan, listrik yang dihasilkan dari PLTA Rajamandala turut memperkuat sistem interkoneksi kelistrikan Jawa - Bali. Listrik tersebut dipasok melalui jaringan transmisi bertegangan 150 kilo Volt (kV) Cianjur - Cigereleng. 

Selain itu, Ahsin menambahkan, pasokan listrik dari PLTA ini juga menjadi back up sistem kelistrikan di wilayah Jawa Barat. 

"PLTA Rajamandala merupakan PLTA yang menggunakan pipa pesat terbesar di Indonesia dan menggunakan _spiral case_ dengan bahan beton bertulang pertama di Indonesia. Selain itu, PLTA ini juga memiliki waterway yang menggunakan sistem labirin pertama di Indonesia," pungkas Ahsin. 

Guna mewujudkan komitmen 23% bauran EBT pada 2025, PLN juga terus berinovasi. Tidak hanya menghadirkan pembangkit EBT baru, PLN juga mendorong penggunaan EBT melalui pembangkit-pembangkit yang eksisting, seperti cofiring biomassa pada PLTU dan konversi mesin PLTD menjadi pembangkit berbasis EBT.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Haru Koesmahargyo, Dukung PEN-ICRG, Bank BTN Transplantasi 710 Terumbu Karang dan Lepas 7.100 Tukik di Bal

Minggu, 11 April 2021 - 21:41 WIB

Luar Biasa Terobosan Pak Haru Koesmahargyo, Dukung PEN-ICRG, Bank BTN Transplantasi 710 Terumbu Karang dan Lepas 7.100 Tukik di Bali

DenpasarSebagai bentuk komitmen perusahaan untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan hidup, sekaligus dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui program Indonesia Coral…

Ilustrasi Uang (ist)

Minggu, 11 April 2021 - 21:08 WIB

DPR dan Pakar Ekonomi Ungkap Beban Berat APBN Pulihkan Perekonomian

kewenangan dalam Perppu 1 Tahun 2020, dan disempurnakan dalam UU Nomor 2 Tahun 2020, untuk menetapkan batas defisit anggaran melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) selama masa penanganan…

Saleh Partaonan Daulay , Komisi IX DPR

Minggu, 11 April 2021 - 20:45 WIB

Saleh DPR: Masjid BUMN dan Pemerintah Harus Tetap Moderat, Tak Boleh Bermazhab

Anggota DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyerukan masjid-masjid harus tetap menjaga sikap moderatnya di tengah masyarakat. Masjid tidak boleh berafiliasi pada mazhab dan aliran tertentu, apalagi…

Pembangkit Listrik

Minggu, 11 April 2021 - 20:07 WIB

MIGA, World Bank Group Bakal Jamin 95% Proyek Energi Terbarukan PLN Selama 5 Tahun Kedepan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan Lembaga Penjamin Investasi Multilateral atau Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA)…

Sri Mulyani di Forum Internasional (WEF)

Minggu, 11 April 2021 - 19:43 WIB

Sri Mulyani Minta IMF dan WBG Bantu Ringankan Beban Utang Negara-negara Berpenghasilan Rendah

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemulihan ekonomi indonesia prospeknya terproyeksi semakin baik. Hal itu disampaikannya secara virtual pada forum Development…