Anggaran Infrastruktur Naik 48%, Hutama Karya Optimis Raih Kontrak Baru Senilai Rp21 Triliun di 2021

Oleh : Candra Mata | Rabu, 10 Februari 2021 - 12:16 WIB

Tol Hutama Karya
Tol Hutama Karya

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Akibat Pandemi Covid-19, PT Hutama Karya (Persero) turut mengalami penurunan capaian yang signifikan sepanjang 2020 lalu. Meski begitu perseroan tetap optimis bisnis konstruksi akan kembali tumbuh di tahun ini. 

Optimisme tersebut menyusul dikeluarkannya Perpres Nomor 109 Tahun 2020 dimana telah ditetapkan Daftar Proyek Strategis Nasional terbaru yakni sebanyak 201 proyek dan 10 program yang mencakup 23 sektor dengan total nilai investasi sebesar Rp 4.810 triliun. 

Dimana berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran infrastruktur senilai Rp 417 Triliun atau mengalami peningkatan sebesar 48%. Sementara tahun lalu hanya sebesar Rp 281 Triliun.

Menurut Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menilai di tahun 2021, sektor konstruksi akan mengalami fase recovery yang didukung oleh dampak positif dari telah ditemukannya vaksin Covid-19. 

Hal tersebut tentunya akan meningkatkan movement of people sehingga kegiatan konstruksi yang semula tertunda perlahan dapat kembali berjalan normal.
 
Karenanya, di tahun ini Hutama Karya akan membidik kontrak-kontrak strategis, termasuk beberapa Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta optimalisasi anak aerusahaan. 

“Kami menargetkan perolehan nilai kontrak baru sebesar 20 – 21 Triliun  di tahun ini. Kami juga mengestimasi pertumbuhan bisnis konstruksi Hutama Karya di tahun 2021 khususnya pada pengusahaan Jalan Tol Trans Sumatera,” tutur Budi dalam keterangannya dikutip redaksi industry.co.id pada Selasa (10/2/2021).

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa optimisme perusahaan akan bisnis konstruksi yang kembali tumbuh dikarenakan pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional terutama dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. 

Selain itu pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu nawacita Persiden dan Wakil Presiden RI hingga 2024 mendatang.

Terdapat beberapa kebijakan pembangunan infrastruktur yang ditempuh pada tahun 2021, yaitu penguatan infrastruktur digital serta efisiensi logistik dan konektivitas.

Dimana pembangunan diarahkan dalam bentuk infrastruktur padat karya yang mendukung kawasan industri dan pariwisata, pembangunan sarana kesehatan masyarakat dan penyediaan kebutuhan dasar (air, sanitasi, pemukiman) untuk mendukung penguatan sistem kesehatan nasional, dan penyelesaian kegiatan-kegiatan prioritas yang tertunda pada tahun 2020.

“Di awal tahun 2021, Hutama Karya tengah dan akan menggarap beberapa proyek strategis diantaranya Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Irigasi Rawa Kabupaten Kapuas, proyek dari Angkasa Pura I untuk Peningkatan Daya Dukung Perkerasan Runway Eksisting dan Perpanjangan Runway serta Sarana Penunjang di Bandara Internasional Lombok, Proyek LPG Tuban di Jawa Timur, hingga Pembangunan Jalan Tol Kediri – Tulung Agung. Selain itu terdapat beberapa tender proyek konstruksi diluar JTTS yang sedang diikuti oleh Hutama Karya termasuk diantaranya beberapa Proyek KPBU. Proyek Bendungan, infrastruktur jalan, dan EPC masih menjadi andalan kami. Di tahun ini pula, perusahaan juga akan fokus pada optimalisasi anak perusahaan.,” papar Budi.

Dijelaskannya, dalam pembangunan proyek-proyek yang dikerjakan, Hutama Karya juga memastikan mengutamakan penggunaan bahan baku lokal, hal ini merupakan wujud nasionalisme dan dedikasi Hutama karya sebagai BUMN untuk mendukung produk dalam negeri. 

“Hutama Karya memiliki shortlist rekanan terseleksi untuk pemenuhan komponen atau material yang digunakan untuk pembangunan proyek-proyek yang sedang dikerjakan. Perusahaan juga memberdayakan supplier supplier yang berada di sekitar proyek guna memenuhi kebutuhan komponen atau material proyek,” terang Budi.

Dari sisi penugasan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Hutama Karya berhasil merampungkan dan mengoperasikan 2 (dua) ruas tol baru di JTTS yakni ruas tol Pekanbaru – Dumai dan Sigli – Banda Aceh Seksi IV pada tahun 2020. 

Sehingga total panjang JTTS yang dibangun hingga penghujung tahun 2020 yakni 1.156 Km dengan 643 Km ruas sedang konstruksi dan 513 Km ruas sudah beroperasi. 

Selain itu hingga Januari 2021, perusahaan juga menggarap konstruksi 8 (delapan) ruas JTTS lainnya diantaranya Tol Sigli – Banda Aceh (60 Km) dengan total progres konstruksi mencapai 63%, Tol Pekanbaru - Pangkalan (83 Km) dengan progres konstruksi mencapai 41%, Tol Padang – Sicincin (37 Km) dengan progres konstruksi mencapai 36%, Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km) dengan progres konstruksi 80%, Tol Sp. Indralaya – Muara Enim (121 Km) dengan progres konstruksi 19%, Tol Binjai – Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 Km) dengan progres konstruksi 27%, Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (143 Km) dengan progres konstruksi 59% dan Tol Kisaran – Indrapura (48 Km) dengan progres konstruksi 17%.

Di tahun 2021 ini, Hutama Karya menargetkan penyelesaian konstruksi pada beberapa ruas tol di Jalan Tol Trans Sumatera. 

Diantaranya yakni Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km), Tol Sigli – Banda Aceh seksi 2 Seulimun – Jantho (6 Km), seksi 5 Blang Bintang – Kuto Baro (8 Km) dan seksi 6 Kuto Baro - Baitussalam (5 Km) serta Tol Pekanbaru – Bangkinang (40 Km).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Haru Koesmahargyo, Dukung PEN-ICRG, Bank BTN Transplantasi 710 Terumbu Karang dan Lepas 7.100 Tukik di Bal

Minggu, 11 April 2021 - 21:41 WIB

Luar Biasa Terobosan Pak Haru Koesmahargyo, Dukung PEN-ICRG, Bank BTN Transplantasi 710 Terumbu Karang dan Lepas 7.100 Tukik di Bali

DenpasarSebagai bentuk komitmen perusahaan untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan hidup, sekaligus dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui program Indonesia Coral…

Ilustrasi Uang (ist)

Minggu, 11 April 2021 - 21:08 WIB

DPR dan Pakar Ekonomi Ungkap Beban Berat APBN Pulihkan Perekonomian

kewenangan dalam Perppu 1 Tahun 2020, dan disempurnakan dalam UU Nomor 2 Tahun 2020, untuk menetapkan batas defisit anggaran melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) selama masa penanganan…

Saleh Partaonan Daulay , Komisi IX DPR

Minggu, 11 April 2021 - 20:45 WIB

Saleh DPR: Masjid BUMN dan Pemerintah Harus Tetap Moderat, Tak Boleh Bermazhab

Anggota DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyerukan masjid-masjid harus tetap menjaga sikap moderatnya di tengah masyarakat. Masjid tidak boleh berafiliasi pada mazhab dan aliran tertentu, apalagi…

Ilmuwan BATAN (ist)

Minggu, 11 April 2021 - 20:33 WIB

Agar Maju, Pemerintah Diminta DPR Kembangkan Tenaga Nuklir, Sugeng: Skala Kecil Saja Dulu, Kami Dukung...

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyampaikan, tenaga nuklir saat ini sudah dikembangkan dan menjadi tren di negara-negara maju sebagai energi alternatif.  Menurutnya, Indonesia sebenarnya…

Pembangkit Listrik

Minggu, 11 April 2021 - 20:07 WIB

MIGA, World Bank Group Bakal Jamin 95% Proyek Energi Terbarukan PLN Selama 5 Tahun Kedepan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan Lembaga Penjamin Investasi Multilateral atau Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA)…