INDUSTRY.co.id, Jakarta-Perdagangan oli atau minyak pelumas di Tanah Air semakin berkembang karena jumlah kendaraan yang tinggi, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, truk, alat berat, kapal laut, dan berbagai mesin pabrik. Bahkan perusahaan dari manca negara juga tertarik menikmati peluang pasar itu.
Kementerian Perindustrian pernah melakukan pendataan yang hasilnya menyatakan terdapat sekitar 200 produk pelumas yang beredar di Indonesia dan diproduksi oleh 22 pabrik dari dalam dan luar negeri. Sejumlah lembaga riset juga menyebut data yang sama.
Kebutuhan pengguna oli rata-rata sekitar 1,3 juta kiloliter setiap tahunnya. Namun produksi dalam negeri cuma mampu mencapai 908.360 kiloliter setiap tahun. Jadi mau tidak mau, yang 400 ribu kiloliter harus mengimpor, dengan konsumsi terbesar didominasi sektor otomotif.
Walaupun begitu, tidak sedikit pelumas produksi dalam negeri yang diekspor. Data dari Kementerian tersebut menyatakan nilai ekspor itu bisa mencapai US$ 147,56 juta pada semester 1 2019.
Pasar Dalam Negeri yang Menggiurkan
Pangsa pasar dari perusahaan plat merah, Pertamina saat ini diperkirakan hanya mencapai 58% dari total pangsa pasar. Sebelumnya, pada 1997, perusahaan ini menguasai 90% pangsa pasar. Saat itu penjualan oli diatur oleh Keputusan Presiden Nomor 18 tahun 1988. Dominasi perusahaan BUMN itu mulai berkurang saat pemerintah mencabut Keppres itu dan mengganti dengan Keppres Nomor 21 tahun 2001 yang memberi kesempatan bagi produsen swasta untuk ikut menjual produknya di Indonesia.
Kesempatan ini juga diambil oleh banyak produsen dari Manca negara. Perusahaan dari Negeri Kincir Angin membuka pabrik oli di Bekasi, Jawa Barat, yang bisa menghasilkan 136.000 kiloliter per tahun dan ditingkatkan sampai 300.000 kiloliter per tahun.
Pertamina sebagai perusahaan dalam negeri mengantisipasi persaingan itu dengan kemampuan kapasitas produksi sebesar 535.000 kiloliter per tahun.
Tidak ketinggalan PT Nebula Lubemask Indonesia yang saat ini memasarkan minyak pelumas Nebula Lubricants dan minyak gemuk Nebula Grease yang bagus digunakan untuk operasional mesin pabrik dan kendaraan besar, seperti dump truck, alat berat, dll.
Produk tersebut telah terbukti dibanderol dengan harga bersaing dan berkualitas bagus sehingga mampu ikut berkompetisi di pasar pelumas, baik di dalam negeri maupun di manca negara.
Selama bertahun-tahun Nebula Lubemask Indonesia yang bervisi memberikan pelayanan kepada customer sebagai dasar untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan ini didukung oleh tenaga pemasaran yang profesional, beretika dan bekerja keras.
Dengan misi selalu ingin berkembang dan bergerak maju bersama pelanggan, perusahaan ini telah menjual jutaan liter produknya dan bekerja sama dengan perusahaan di bidang transportasi, project industry, mining coal/nickel, forestry, main power, palm oil industry, oil & gas services dan lain sebagainya.
Produk Nebula Lubemask Indonesia
Berikut ini produk yang ditawarkan oleh PT Nebula Lubemask Indonesia yang terbagi atas 2 jenis, yakni minyak pelumas dan minyak gemuk, yaitu;
Minyak Pelumas
1. Oli mesin
- Nebula premium racing
- Nebula premium racing 2T
- Nebula premium diesel
- Nebula marine oil
2. Oli hidrolik
- Nebula Sky Hydro
3. Oli roda gigi dan transmisi
- Nebula IGO Gear
- Nebula Centaurus HD
- ATF Dextron
4. Cairan pendingin atau oli cutting
- Nebula Soluble Cutting
Minyak Gemuk
- Gemuk lithium
- Lithium Multi Purpose
- Lithium EP 1,2,3
- Lithium EP 0,00,000
- Lithium Complex EP
- Lithium Moly
- Lithium Complex Hi-Temp
2. Gemuk calcium
- Nebula Chassis MP
- Nebula Calcium Sulfonate
3. Gemuk spesial
- Nebula Anti Seize
- Nebula Bentonite
- Nebula Polyurea
- Nebula Compound
Dengan materi produk pelumas dan minyak gemuk yang lengkap dan variatif tersebut bisa dipastikan kalau PT Nebula Lubemask Indonesia akan menjadi perusahaan “One Stop Service” yang melayani kebutuhan pokok setiap perusahaan.
Secara statistik ke depannya, Indonesia tampaknya masih akan menjadi pasar pelumas terbesar di Asia Tenggara, untuk pasar retail otomotif dan komersil. Kapasitas produksi dalam negeri diharapkan dapat menjadi subsitusi produk pelumas impor, dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang mumpuni dalam menyambut era industri 4.0, yang tentunya membutuhkan oli dengan standar kualitas yang lebih baik.