INDUSTRY.co.id - Tangerang – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA). Penghargaan ini diberikan atas kontribusi Toyota dalam memperluas ekspor kendaraan buatan Indonesia ke pasar global melalui pemanfaatan fasilitas perdagangan internasional.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Rabu (14/10/2026).

Pencapaian ini sejalan dengan kinerja ekspor Toyota Indonesia yang terus berkembang. Sejak ekspor perdana pada 1987 hingga September 2026, TMMIN telah mengirimkan 3.375.490 unit kendaraan utuh atau completely built-up (CBU) ke lebih dari 100 negara.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan panjang perusahaan dalam membangun kemampuan manufaktur dan memperluas pasar ekspor dari Indonesia.

“Kami berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat semakin membuka akses ke pasar baru, sehingga produk otomotif buatan Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara dan semakin berdaya saing di pasar global,” ujar Nandi.

Dalam mendukung ekspor, Toyota memanfaatkan sejumlah perjanjian perdagangan internasional, antara lain Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), skema User Specific Duty Free Scheme (USDFS), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), serta Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).

Pemanfaatan fasilitas tersebut membantu memperluas akses pasar kendaraan produksi Indonesia ke Jepang, negara-negara ASEAN, dan Uni Emirat Arab sesuai ketentuan yang berlaku.

Ekspor Mobil Hybrid Toyota Melonjak 64 Persen

Kinerja ekspor Toyota juga ditopang oleh meningkatnya permintaan kendaraan elektrifikasi. Hingga kuartal III-2026, ekspor Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Yaris Cross HEV mencapai 25.752 unit, tumbuh 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, ekspor kendaraan utuh Toyota pada Januari-September 2026 mencapai 223.696 unit, meningkat 2,5 persen secara tahunan. Jumlah tersebut setara dengan 60,3 persen dari total ekspor CBU nasional yang mencapai 371.260 unit.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana mengatakan, perkembangan teknologi elektrifikasi menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan manufaktur dan memperkuat posisi dalam rantai pasok otomotif global.

Menurut dia, kontribusi Indonesia tidak hanya melalui ekspor kendaraan utuh, tetapi juga melalui pengembangan komponen utama kendaraan elektrifikasi. Pada paruh kedua 2026, TMMIN juga merencanakan realisasi ekspor HEV battery pack assembly.

Selain itu, perusahaan berencana mengirimkan komponen otomotif untuk kebutuhan purnajual secara langsung ke Amerika Serikat.

Di balik aktivitas manufaktur tersebut, ekosistem produksi Toyota Indonesia melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja dan didukung 760 pemasok dari Tier 1 hingga Tier 3.

Melalui perluasan pasar ekspor, pengembangan kendaraan elektrifikasi, dan penguatan rantai pasok, Toyota berupaya meningkatkan nilai tambah industri otomotif nasional sekaligus memperkuat daya saing produk buatan Indonesia di pasar internasional.