Proyek DDT Manggarai-Jatinegara Permudah Mobilisasi Masyarakat

Oleh : Herry Barus | Rabu, 13 Januari 2021 - 16:00 WIB

Proyek DDT Manggarai-Jatinegara
Proyek DDT Manggarai-Jatinegara

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Meski ditengah penurunan ekonomi dunia semenjak Covid-19 melanda, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memastikan perusahaan dapat berhasil bertahan melalui masa-masa krisis ditengah situasi pandemi Covid-19 dengan berbagai terobosan baik dari sisi teknologi konstruksi, budaya kerja, optimalisasi QHSSE, hingga efisiensi HPP pada seluruh proyek yang sedang digarap. Terbaru, perusahaan berhasil merampungkan salah satu mega proyek milik Kementerian Perhubungan yakni Pembangunan Jalur Kereta Api Dwi Ganda atau Double-Double Track (DDT) Paket A yang menghubungkan dari Manggarai- Jatinegara pada 16 Desember 2020 lalu.

Dalam pembangunan proyek yang dimulai sejak tahun 2015 lalu, Hutama Karya melakukan joint operation dengan PT Modern Surya Jaya (MSJ) dan PT Mitra Engineering Grup (MEG) selaku perusahaan swasta spesialis pekerjaan rel kereta, dimana porsi Hutama Karya pada proyek ini adalah 41%. Proyek senilai 1 Triliun rupiah lebih ini memiliki 2 jalur pekerjaaan yaitu Commuter Line (St. Manggarai - St. Matraman - St. Jatinegara) dengan panjang rel sekitar 1,44 km yang sudah dilakukan uji coba sebelumnya pada pertengahan 2020 lalu dan jalur Bogor Line (St. Cikini - St. Manggarai - St. Tebet) dengan panjang rel 2,22 km yang akan dioperasikan segera.

Direktur Operasi II Hutama Karya Novias Nurendra mengatakan bahwa meski ditengah tantangan pandemi Covid-19 yang melanda, pengerjaan proyek tetap harus on going dengan mengimplementasikan penerapan prosedur dan protokol kesehatan yang cukup ketat yang dimonitor secara harian oleh tim QHSSE pada masing-masing proyek serta Manajemen Hutama Karya di Kantor Pusat.

Perusahaan juga memastikan tidak ada mobilisasi dari dalam dan keluar proyek serta tidak ada penambahan pekerja sementara di proyek hingga wabah Covid—19 ini dinyatakan aman.

Hal tersebut menyusul Instruksi Menteri (Inmen) No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Selain dihadapkan pada situasi pandemi di periode akhir pengerjaan proyek, pembangunan DDT Manggarai – Jatinegara ini juga menlalui tantangan yang cukup sulit seperti terbatasnya area lokasi akses kerja yang mengharuskan kontraktor memutar otak untuk menemukan metode yang efektif dan efisien terhadap biaya maupun waktu dan akses kerja yang bersinggungan dengan “Public Activity” di Stasiun Manggarai sehingga mengharuskan pekerjaan dengan window time pukul 00.00 WIB hingga pukul 03.30 WIB dini hari,” ujar Novias.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pekerjaan yang digarap oleh Hutama Karya dalam proyek ini adalah Pengerjaan Erection Box dengan menggunakan Launcher Gantry melalui metode Span By Span, Pengerjaan Erection Cast in Situ dan Pengerjaan Erection by Shoring.

Pembangunan paket A yang menyerap 150 tenaga kerja bertujuan untuk memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara di Stasiun Manggarai.

Kehadiran DDT Manggarai – Jatinegara ini digadang-gadang akan mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek yaitu dengan bertambahnya jumlah kapasitas pergerakan kereta api jalur Bekasi maupun Bogor line. Selain itu jalur ganda ini juga mempercepat proses tunggu dan membuat kawasan tertata lebih rapi.

Seperti yang dilansir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Pembangunan DDT untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan kereta api listrik (KRL) hingga memberikan keselamatan yang lebih baik bagi kereta lintas antar kota.

“Dengan dilakukan pembangunan proyek DDT, maka produktivitas keluar kota dan ke dalam kota akan meningkat. Juga fungsi-fungsi safety-nya dan yang akan datang itu kalau DDT sudah selesai, maka semua kereta ke luar kota akan dipusatkan ke Manggarai, sehingga fungsi-fungsi stasiun yang ada di dalam kota itu tidak terganggu dengan kapasitas yang naik dua kali lipat,” terang Budi Karya.

Hutama Karya menilai di tahun 2021, sektor konstruksi akan mengalami fase recovery yang didukung oleh dampak positif dari telah ditemukannya vaksin COVID-19. “Hal tersebut tentunya akan meningkatkan movement of people sehingga kegiatan konstruksi yang semula tertunda perlahan dapat kembali berjalan normal. Karenanya, perusahaan mengestimasi pertumbuhan bisnis konstruksi Hutama Karya di tahun 2021 khususnya pengusahaan Jalan Tol Trans Sumatera dan bisnis infrastruktur lainnya,” tutup Novias Nurendra, Direktur Operasi II Hutama Karya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Nadiem Makarim

Senin, 18 Januari 2021 - 16:05 WIB

Pak Nadiem Tolong Guru Sekolah Swasta Diperhatikan, Esti DPR: Mereka Kerap Dilupakan! Yang Dihitung Anggarannya Selalu Guru di Sekolah Negeri Termasuk Rekrutmen Jadi ASN

 Anggota Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti menegaskan para guru honorer yang mengajar di sekolah-sekolah swasta harus mendapat perhatian yang sama dengan para honorer yang mengajar di sekolah-sekolah…

Tanki BBM Pertamina

Senin, 18 Januari 2021 - 15:34 WIB

Ini Cara Pertamina Penuhi Kebutuhan LPG Masyarakat Terdampak Banjir di Banjarmasin

Banjir di Kalimantan Selatan telah membuat penyaluran beberapa fasilitas Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Banjarbaru…

Ilustrasi Subsidi Energi (dok Sindonews.com)

Senin, 18 Januari 2021 - 15:21 WIB

Subsidi Energi Komoditas Disoal! Tiga Pakar: Negatif Buat BUMN dan APBN, Tidak Protect The Poor Justru Orang Kaya yang Menikmati

Pakar ekonomi sekaligus Senior Ekonom The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip menegaskan bahwa kebijakan subsidi energi di Indonesia sebaiknya tidak lagi berbabis komoditas, namun…

Pegadaian beri bantuan korban banjir di sumedang

Senin, 18 Januari 2021 - 15:13 WIB

Pegadaian Berikan Bantuan Sembako dan Perlengkapan Ibadah Kepada Korban Banjir dan Tanah Longsor Sumedang

PT Pegadaian (Persero) memberikan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di kecamatan Cimanggung, kabupaten Sumedang berupa sembako dan perlengkapan ibadah.

Presiden Jokowi Tinjau Sarana Terdampak Bencana Banjir di Kabupaten Banjar

Senin, 18 Januari 2021 - 15:02 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Sarana Terdampak Bencana Banjir di Kabupaten Banjar

Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan lokasi terdampak bencana banjir di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan…